Trending

Satpolairud Polres Ketapang Sambangi Warga yang Butuh Uluran Tangan

Satpolairud Polres Ketapang Sambangi Warga yang Butuh Uluran Tangan
Bantuan Kemanusiaan di tengah Karhutla Polairud Ketapang sambangi kediaman warga yg membutuhkan uluran tangan . Foto : Humas Polres Ketapang.

Ketapang - Spektroom : Menjelang tengah hari, suasana di RT 003 Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kamis (17/09/2026), berjalan seperti biasa. Namun bagi Ujang dan Nenek Seli, kedatangan sejumlah personel Satpolairud Polres Ketapang membawa sesuatu yang lebih dari sekadar paket sembako.

Di rumah sederhana yang mereka tempati, senyum keduanya mengembang saat menerima bantuan sosial berupa beras, gula pasir, teh, dan mi instan. Bantuan itu mungkin tidak bernilai besar, tetapi menjadi perhatian yang berarti di tengah keterbatasan yang mereka jalani sehari-hari.

Siang itu, anggota Satpolairud tidak datang untuk melakukan patroli atau penegakan hukum. Mereka hadir membawa pesan tugas kepolisian juga menyentuh sisi kemanusiaan, menjangkau warga yang membutuhkan uluran tangan.

Kapolres Ketapang, AKBP Putra Pratama melalui Kaurbinopsnal Satpolairud Polres Ketapang IPDA Lukman Hakim mengatakan kegiatan itu bagian dari komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin kehadiran anggota Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami berupaya menjadi polisi penolong yang peduli terhadap kondisi warga, khususnya mereka yang membutuhkan,” ujar Lukman.

Personel mendatangi langsung rumah Ujang dan Nenek Seli yang selama ini diketahui membutuhkan perhatian serta bantuan sosial.

Selain menyerahkan kebutuhan pokok, anggota kepolisian juga berbincang dengan keduanya, mendengarkan cerita kehidupan yang dijalani dan memastikan mereka tidak merasa sendiri menghadapi berbagai kesulitan.

Bagi sebagian orang, 5 kilogram beras, 1 kilogram gula, 1 kotak teh, dan beberapa bungkus mi instan mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian yang memberi harapan.

AKBP Putra Pratama menegaskan bahwa nilai utama dari kegiatan tersebut bukan semata bantuan yang diberikan, melainkan upaya membangun kedekatan dan silaturahmi dengan masyarakat.

Kegiatan berlangsung sederhana tanpa seremoni besar. Tidak ada panggung atau acara formal. Hanya pertemuan hangat antara aparat dan warga yang dipersatukan oleh rasa empati.

Di tengah berbagai tugas menjaga keamanan dan ketertiban, langkah kecil seperti ini menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi tidak selalu identik dengan penegakan hukum.

Bagi Ujang dan Nenek Seli, siang itu polisi hadir sebagai sahabat yang datang membawa bantuan, perhatian, dan secercah harapan.

Berita terkait