Sawahlunto Bersiap Gemerlap! SISSCa 2026 Bawa Songket Silungkang ke Panggung Mode Dunia

Sawahlunto Bersiap Gemerlap! SISSCa 2026 Bawa Songket Silungkang ke Panggung Mode Dunia
Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, bersiap kembali menjadi panggung budaya. ( Foto.Humas )

Sawahlunto-Spektroom : Tiga hari lagi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, bersiap kembali menjadi panggung budaya. Bukan dengan deru lokomotif pengangkut batu bara seperti masa kejayaan tambang, melainkan dengan gemerlap benang emas Songket Silungkang.

Ajang Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2026 akan digelar pada 4-6 September 2026. Perhelatan tahun ini memiliki bobot berbeda setelah SISSCa resmi masuk dalam Top 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan, masuknya SISSCa dalam KEN 2026 menjadi momentum untuk membawa warisan budaya Sawahlunto ke panggung yang lebih luas.

"Jika tahun-tahun sebelumnya SISSCa adalah kebanggaan lokal, tahun ini ia adalah etalase Indonesia," ujar Riyanda kepada awak media, Selasa (1/9/2026).

Mengusung tema “Songket Innovation in Luxury”, SISSCa 2026 tidak sekadar mempertontonkan kain tradisional. Event ini diarahkan untuk menunjukkan bahwa Songket Silungkang mampu beradaptasi dengan perkembangan industri fesyen tanpa kehilangan identitas budaya yang melekat di dalamnya.

Songket Silungkang dikenal sebagai salah satu warisan budaya penting masyarakat Silungkang. Kain tradisional tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 8 Oktober 2019.

Keunikan Songket Silungkang tidak hanya terletak pada motif dan benang emasnya. Tradisi menenun juga berkaitan erat dengan filosofi sosial budaya masyarakat Kenagarian Silungkang yang dikenal melalui aktivitas 5M, yakni Mancolok, Manuriang, Mahani, Maharok, dan Mananun.

Nilai tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga tradisi menenun agar tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu.

SISSCa sendiri bukan agenda baru bagi Sawahlunto. Festival tersebut telah menjadi bagian dari kalender event daerah sejak 2015, sekaligus menjadi salah satu instrumen promosi budaya dan pariwisata di kota yang kawasan bersejarahnya telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Tahun ini, rangkaian kegiatan dipusatkan di kawasan Lapangan Ombilin dan Kota Tua Sawahlunto, dengan Kantor PT Bukit Asam Unit Ombilin sebagai salah satu lokasi utama perhelatan sekaligus pendukung event.

"Selama tiga hari, Sawahlunto akan menawarkan narasi yang lengkap tentang bagaimana warisan bisa tetap relevan," kata Riyanda.

Salah satu agenda utama adalah Karnaval Songket Silungkang. Dalam parade tersebut, kain songket yang selama ini identik dengan pakaian adat akan diolah menjadi busana kreatif melalui sentuhan para desainer.

Tak berhenti di karnaval, Fashion Show Day juga akan menghadirkan sejumlah nama desainer yang mengembangkan songket ke ranah fesyen premium, di antaranya Fikoh Isnaini dan Fomalhaut Zamel, bersama deretan desainer muda lainnya.

Karya mereka diharapkan memperlihatkan bahwa Songket Silungkang memiliki peluang untuk masuk ke pasar fesyen yang lebih luas, termasuk panggung nasional dan internasional.

Kemasan budaya itu akan diperkuat melalui Sawahlunto Creative Expo. Ajang tersebut menghadirkan produk ekonomi kreatif, karya pelaku industri kreatif, seni tradisi, serta berbagai aktivitas yang diarahkan untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dari sisi hiburan, SISSCa 2026 juga menghadirkan DIA dan RAYOLA sebagai bintang tamu. Keduanya akan menjadi bagian dari panggung musik yang memadukan warna budaya Minangkabau dengan kemasan hiburan modern.

Bagi Sawahlunto, SISSCa bukan semata festival tahunan. Event ini menjadi upaya menghubungkan identitas kota tambang dengan kekayaan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

Kini, ketika status SISSCa telah masuk dalam jajaran Top 125 KEN 2026, tantangannya semakin besar. Sawahlunto tidak hanya dituntut mampu menggelar festival yang meriah, tetapi juga memastikan Songket Silungkang memiliki ruang lebih besar dalam industri kreatif dan fesyen Indonesia.

"Di SISSCa, yang diperagakan bukan hanya busana. Yang diperagakan adalah ketekunan perempuan Silungkang, kebanggaan sebuah kota tambang, dan cara Indonesia merawat kemewahannya sendiri," pungkas Riyanda..(Ris1)

Berita terkait

Walikota Respati Dorong Pendidikan Tertib Lalu Lintas, Life Skill dan Kemanusiaan Masuk Sekolah

Walikota Respati Dorong Pendidikan Tertib Lalu Lintas, Life Skill dan Kemanusiaan Masuk Sekolah

Surakarta – Spektroom: Pendidikan anak tidak cukup hanya mengejar nilai akademik. Kemampuan tertib di jalan, mengurus kebutuhan diri sendiri hingga peduli kepada orang lain juga perlu ditanamkan sejak bangku sekolah. Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Surakarta yang mendorong materi pendidikan tertib berlalu lintas, life skill atau kecakapan hidup, serta pendidikan

Ciptati Handayani, Anggoro AP