Sawahlunto Dukung Translokasi Harimau Sumatera, Sinergi Konservasi Dinilai Perkuat Pariwisata Berkelanjutan
Padang–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pelestarian Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) melalui keterlibatan aktif pada Rapat Koordinasi Translokasi Harimau Sumatera yang digelar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat di Padang, Senin (13/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut membahas pelaksanaan translokasi tiga ekor Harimau Sumatera hasil penyelamatan akibat konflik antara satwa liar dan manusia. Selain itu, forum juga mengkaji rencana lokasi translokasi sebagai bagian dari upaya mengembalikan satwa dilindungi tersebut ke habitat alaminya secara aman dan sesuai kaidah konservasi.
Dalam kegiatan itu, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto diwakili oleh Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Benny Deswin, S.E., bersama jajaran staf.
Kehadiran Pemerintah Kota Sawahlunto menjadi wujud dukungan terhadap sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pengelola kawasan konservasi, serta para pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Sumatera Barat.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disparpora Kota Sawahlunto, Benny Deswin, mengatakan bahwa konservasi satwa liar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan pariwisata berkelanjutan.
"Pelestarian Harimau Sumatera tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga konservasi, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah. Bagi Sawahlunto, keberlanjutan lingkungan merupakan fondasi penting dalam pengembangan destinasi wisata yang berkualitas, berdaya saing, dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem," ujar Benny Deswin usai mengikuti rapat koordinasi.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengurangi konflik manusia dengan satwa liar sekaligus menjaga keberlangsungan habitat alami spesies yang kini berstatus Kritis (Critically Endangered) berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).
"Melalui koordinasi seperti ini, kita berharap proses translokasi dapat berjalan sesuai prinsip konservasi sehingga Harimau Sumatera dapat kembali hidup di habitat yang aman. Pada saat yang sama, masyarakat juga semakin memahami pentingnya menjaga kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan dan aset wisata alam yang bernilai tinggi," katanya.
Benny menambahkan, konsep pariwisata berkelanjutan yang terus dikembangkan Kota Sawahlunto tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga mengedepankan aspek pelestarian lingkungan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Rapat koordinasi yang dipimpin BKSDA Sumatera Barat tersebut juga menjadi forum penyamaan persepsi mengenai tahapan translokasi, kesiapan lokasi pelepasliaran, hingga penguatan koordinasi antarinstansi dalam mendukung keberhasilan program konservasi Harimau Sumatera.
Sebagai salah satu satwa endemik Indonesia yang dilindungi, Harimau Sumatera menghadapi ancaman serius akibat penyusutan habitat, perburuan liar, dan meningkatnya konflik dengan manusia. Karena itu, penyelamatan dan translokasi satwa yang terlibat konflik menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menjaga kelestarian populasi di alam.
Partisipasi Pemerintah Kota Sawahlunto dalam rapat koordinasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam mendukung agenda konservasi nasional, sejalan dengan pengembangan destinasi wisata berbasis kelestarian lingkungan, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pembangunan berkelanjutan.(Ris1)