176 Keluarga Berisiko Stunting di Kota Ambon Terima Nugget Ikan
Ambon-Spektroom : Sebanyak 400 paket nugget olahan ikan disalurkan kepada 176 keluarga berisiko stunting di 8 negeri, desa, dan kelurahan di Kota Ambon. Intervensi gizi ini menjadi langkah Pemerintah Kota Ambon untuk memperkuat pemenuhan protein hewani sekaligus mendorong pencegahan stunting. Penyaluran produk olahan ikan, melalui Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Ambon dan Dinas Perikanan. Kegiatan dipusatkan di Kantor Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kamis (17/9/2026).
Ketua TP PKK Kota Ambon Lisa Wattimena mengatakan, penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keluarga memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh makanan bergizi dan berkualitas sejak masa pertumbuhan.
"Stunting menjadi tanggung jawab bersama bagi masa depan anak-anak kita. Kalau tidak segera ditangani, tentu akan berdampak terhadap kwalitas sumber daya manusia di masa yang akan datang," ujar Lisa.
Menurutnya, pemenuhan gizi anak merupakan bagian penting dari investasi masa depan. Orang tua tidak bisa menganggap stunting sebagai persoalan biasa.
"Ini jangan menganggap bahwa stunting ini hanya persoalan biasa, tetapi yang harus kita pikirkan adalah masa depan putra-putri kita," katanya.
Liza juga mengajak keluarga memanfaatkan potensi pangan lokal, terutama ikan yang relatif mudah diperoleh masyarakat Maluku. Ikan dinilai dapat menjadi salah satu sumber protein hewani untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon Henly C. Simatauw dalam laporannya menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program intervensi sensitif untuk penanganan stunting melalui pembagian produk ikan. Negeri Laha dipilih sebagai salah satu lokus intervensi untuk mendukung pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak dan ibu hamil.
Menurut Henly, sektor perikanan memiliki peran penting dalam upaya menekan risiko stunting karena menyediakan sumber protein hewani yang berkualitas. Ada tiga tujuan utama kegiatan tersebut:
Pertama, mengoptimalkan potensi perikanan lokal melalui diversifikasi pangan yang dapat diterima dan digemari anak-anak.
Kedua, memberikan asupan makanan yang kaya protein dan omega-3 untuk mendukung perbaikan pola konsumsi harian balita.
Ketiga, membantu mempercepat penurunan risiko stunting secara terpadu di wilayah intervensi.
Henly mengatakan, bantuan pemenuhan gizi tersebut menyasar 176 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 8 negeri, desa, dan kelurahan di Kota Ambon. Dari delapan wilayah tersebut, Negeri Laha menjadi penerima terbanyak, yakni 55 KK dengan 110 paket nugget. Kegiatan intervensi gizi ini menggunakan anggaran yang bersumber dari DPA Dinas Perikanan Kota Ambon Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, Ketua TP PKK Kecamatan Teluk Ambon, Raja Negeri Laha Muhammad Yasir Mewar, pengurus TP PKK Negeri Laha, OPD terkait, serta keluarga penerima bantuan. (EM)