Sebanyak 11 Delegasi Politehnik se-Indonesia Berkompetisi pada Grand Final AITeC VIII 2026
Bandarlampung - Spektroom: Politeknik Negeri Lampung (Polinela) Bandarlampung menggelar Grand Final Agricultural Innovation Technology Competition (AITeC) VIII 2026, berlangsung di Kampus setempat, Senin (26/10/2026).
AITeC VIII 2026 mengusung tema: "Empowering Vocational Innovation for Smart and Sustainable Agriculture"
Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa pendidikan vokasi untuk menampilkan inovasi teknologi pertanian yang kreatif, kompetitif, dan berkelanjutan dalam mendukung kemajuan pertanian masa depan.
Kegiatan ini diikuti oleh 11 delegasi Politeknik Negri se Indonesia dan Delegasi dari Youngzu China.
Ke 11 Delegasi tersebut adalah Politehnik Pertanian Negri Payakumbuh Sumatera Barat, Politeknik Negri Sriwijaya Palembang Sumatera Selatan, Akademi Komunitas Negri Rejang Lebong Bengkulu & Politehnik Negri Subang Jawa Barat.
Selanjutnya Delegasi Universitas Negri 11 Maret (UNS) Surakarta Jawa Tengah, Politeknik Negri Jember Jawa Timur, Politeknik Pertanian Negri Kupang NTT, Politik Pertanian Negri Samarinda Kalimantan Timur dan Politeknik Negri Nusa Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.
Berikutnya Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep), Sulawesi Selatan dan Politeknik Negri Sambas serta Delegasi dari Youngzu China.
Menurut Wakil Direktur I Polinela Bandarlampung Didik Kuswadi Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, termasuk dalam pengembangan industri, pertanian modern, pengelolaan hasil pertanian, kewirausahaan, dan berbagai sektor strategis lainnya.
"Kita membutuhkan inovasi yang tidak hanya menarik secara teknologi, tetapi juga aplikatif, efisien, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan daya saing bangsa" ujar Didik dalam sambutannya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi antar perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat.
"Saya berharap AITeC 2026 dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat peran politenik sebagai pusat pengembangan inovasi terapan dan menghasilkan sumber daya manusia unggul" harap dia.
Didik Kuswadi juga mengajak para peserta untuk membuktikan pendidikan vokasi mampu menghasilkan generasi yang siap menghadapi tantangan dan berkontribusi dalam mewujukan Indonesia Emas tahun 2045.
"Mari kita buktikan bahwa pendidikan vokasi Indonesia mampu menghasilkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi dalam memujudkan Indonesia maju, mandiri, dan berdaya saing" ujar Didik diakhir sambutannya.
Diforum yang sama, mewakili Walikota Bandarlampung Eva Dwiana, Asisten 3 Administrasi dan Umum Desti Mega Putri mengapresiasi atas diselenggarakannya Grand Final Agricultural Innovation Technology Competition (AITeC) VIII 2026, sebagai salah satu wadah untuk mengembangkan kreativitas, Inovasi dan kemampuan generasi muda dibidang teknologi pertanian.
"Sektor pertanian mempunyai peran yang sangat strategis dalam menjaga ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung perekonomian daerah" ujar Desta Mega membacakan sambutan Walikota Bandarlampung.
Desta Mega juga mengatakan ditengah perkembangan zaman, sektor pertanian dituntut untuk terus beradaptasi melalui teknologi digital dan inovasi yang berkelanjutan.
"Oleh karena itu, kegiatan AITeC Ke VIII 2026 ini menjadi sangat penting karena memberikan ruang bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengembangkan ide-ide kreatifnya, berinovasi serta menciptakan solusi berbagai tantangan dibidang pertanian" terang Desta.(@Ng).