Sebanyak 357 PPPK Pemkab Ponorogo Tandatangani Kontrak

Sebanyak 357 PPPK Pemkab Ponorogo Tandatangani Kontrak

SPEKTROOM.ID : Sebanyak 357 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, telah menandatangani kontrak kerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala Bidang Perencanaan, Pengadaan, Pengolahan Data, dan Sistem Informasi ASN BKPSDM Ponorogo, Ahmad Zamroni menjelaskan, ratusan PPPK tersebut berasal dari formasi guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.

"Mayoritas durasi kontraknya lima tahun. Namun, untuk yang mendekati masa pensiun, disesuaikan hingga batas usia pensiun, yaitu 58 tahun," kata Zamroni (3/7/2025).

Dalam kontrak tersebut, tercantum hak dan kewajiban PPPK, termasuk besaran gaji pokok berdasarkan jenjang pendidikan.

Untuk lulusan SD sebesar Rp1.938.500, SMA Rp2.511.500, D3 Rp2.858.800, S1 Rp3.203.600, dan profesi Rp3.339.100. Gaji tersebut belum termasuk tunjangan.

Setelah kontrak ditandatangani, dokumen akan diserahkan kepada Bupati Ponorogo untuk pengesahan, sebelum akhirnya para PPPK menerima Surat Keputusan (SK) yang direncanakan terbit pada Juli ini. Setelah menerima SK , ratusan PPPK tersebut langsung bekerja di unit kerja yang tercantum di SK masing-masing. (Har)

Berita terkait

PERWIRA Payakumbuh Resmi Dilantik, Perempuan Wirausaha Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

PERWIRA Payakumbuh Resmi Dilantik, Perempuan Wirausaha Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Payakumbuh-Spektroom : Semangat perempuan wirausaha Kota Payakumbuh kian menguat dalam sebuah momentum yang penuh kebermaknaan bagi gerakan pemberdayaan ekonomi perempuan di Sumatera Barat. Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Payakumbuh, Ny. Yeni Elzadaswarman melantik Pengurus DPC Perempuan Wirausaha Indonesia (PERWIRA) Kota Payakumbuh di Aula Pertemuan Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh, Sabtu

Rafles
GKR Bendara: Indonesia Harus Mandiri dan Berakar pada Budaya untuk Menangkan Industri Wellness Global

GKR Bendara: Indonesia Harus Mandiri dan Berakar pada Budaya untuk Menangkan Industri Wellness Global

Yogyakarta,-Spektroom – Industri pariwisata kesehatan (wellness tourism) Indonesia dinilai berada di persimpangan penting, antara sekadar mengikuti tren global atau membangun identitas khas yang berakar pada budaya Nusantara. Isu tersebut menjadi sorotan dalam sharing session bertajuk “Pengembangan Cultural Wellness Tourism sebagai Produk Wisata Unggulan DIY” yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pariwisata STP

Fatmawaty, Bian Pamungkas