Sebanyak 51 ASN se Indonesia Mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional di Jawa Tengah
Semarang-Spektroom : Sebanyak 51 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, hingga kabupaten/kota di Indonesia, memgikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan XXVIII.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, membuka PKN II Angkatan XXVIII, di Kampus BPSDMD Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).
Dalam sambutannya Gubernur Luthfi mendorong ASN terus meningkatkan kemampuan berkoordinasi dan berkolaborasi, dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
Ide-ide kreatif sangat dibutuhkan, untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Dikatakan, tantangan birokrasi saat ini menuntut para pemimpin tidak hanya mampu menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga menghadirkan terobosan dan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, PKN II menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus membangun jejaring kolaborasi lintas daerah.
“Harapannya nanti setelah PKN, peserta pulang ke provinsi atau daerahnya bisa mengubah birokrasinya atau mempunyai terobosan ide-ide kreatif, sehingga mereka juga akan lebih maju,” ujar Luthfi.
Gubernur menambahkan, inovasi harus menjadi karakter utama seorang pemimpin.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah, Uswatun Hasanah mengatakan, PKN II dirancang untuk mengembangkan kompetensi manajerial pejabat pimpinan tinggi pratama, agar mampu merumuskan kebijakan strategis yang memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan.
Dia berharap, pelatihan tersebut mampu menghasilkan pemimpin yang dapat meningkatkan kinerja organisasi, menyusun strategi yang adaptif, kolaboratif, dan terintegrasi, serta membangun kapasitas organisasi, sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Harapannya ini dapat menjawab tantangan dari masing-masing pimpinan. Kalau dari kementerian berarti apa yang menjadi program prioritas kementerian. Kalau dari kabupaten kota tentu sesuai dengan program prioritas bupati wali kota,” ujarnya.
Salah satu peserta, Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Claudia Simatupang berharap, pelatihan tersebut dapat memperkuat kapasitas kepemimpinannya, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya para nelayan di Kota Ambon.
Dia mengatakan, potensi perikanan Kota Ambon yang didominasi komoditas tuna, tongkol, dan cakalang, perlu didukung dengan inovasi kebijakan, agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendongkrak pendapatan asli daerah.
“Untuk potensi perikanan kami itu produk unggulan kami itu tuna, tongkol, cakalang. Saya berharap dengan mengikuti PKN ini saya bisa membawa perubahan, dan meningaktkan PAD bagi Kota Ambon,” ungkapnya.
Sementara, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Erna Irawati mengatakan, keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh kemampuannya membaca tantangan masa depan, mengeksekusi gagasan menjadi aksi nyata, serta membangun kolaborasi untuk menghasilkan perubahan yang berdampak.
“Saya mengharapkan semuanya saling membantu dengan yang lain untuk menyukseskan pembelajaran, dan juga memberikan manfaat bagi instansinya masing-masing,” pungkas Erna.