Sejumlah Perairan di Maluku Utara Masih Terjadi Gelombang Tinggi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Sejumlah Perairan di Maluku Utara Masih Terjadi Gelombang Tinggi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Sumber:BMKG

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara mulai tanggal 1 - 4 Mei 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakiraan Marini Zahrina Ismah Albaar dalam releasenya Kamis (30/4/2026) mengatakan, pola angin di Wilayah Indonesia bagian Utara umumnya bergerak dari Timur Laut hingga Timur dengan kecepatan angin berkisar 4 - 20 knot.

Sedangkan Wilayah Indonesia bagian Selatan umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 4 - 25 knot.
"Rata-rata tinggi gelombang di perairan Maluku Utara mencapai 1,25 - 2,5 meter," ujar Marini.

Tinggi gelombang tersebut berpeluang terjadi di perairan Barat Laut Morotai, Kepulauan Barang Dua, Timur Laut Morotai, Kepulauan Loloda, Perairan Gebe, dan Perairan Timur Kepulauan Halmahera.
Dengan kondisi ini beresiko terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Kepada nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut diminta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi laut gelombang tinggi jangan memaksakan kehendak untuk berlayar dan menangguhkan keberangkatan demi keselamatan.

Perusahaan Pelayaran juga masyarakat hendaknya selalu memperoleh informasi dari BMKG serta instansi berwenang tentang kondisi cuaca dan tinggi gelombang.

Berita terkait

Prof. Dr. Mahfud Nurnajamuddin: UMKM Terancam Jadi Penonton Jika Negara Terlambat Berbenah

Prof. Dr. Mahfud Nurnajamuddin: UMKM Terancam Jadi Penonton Jika Negara Terlambat Berbenah

Makassar-Spektroom:Ketika pemerintah terus mengejar investasi dan pembangunan proyek-proyek besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi, ada satu sektor yang justru menentukan daya tahan ekonomi Indonesia namun kerap belum memperoleh perhatian yang sepadan: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) sekaligus Asisten Direktur

Yahya Patta, Buang Supeno
ссс