Sejumlah Perairan di Maluku Utara Masih Terjadi Gelombang Tinggi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara mulai tanggal 31 Juli - 3 Agustus 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakirawan Dhea Widyasista dalam releasenya Kamis (30/7/2026) mengatakan, wilayah Indonesia Utara ekuator umumnya bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 6 - 20 knot. Sedangkan Wilayah Indonesia bagian Selatan Indonesia dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10 - 30 knot, kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia Selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur.
"Rata-rata tinggi gelombang di perairan Maluku Utara mencapai 1,25 - 2,5 meter," ujar Dhea. Tinggi gelombang tersebut berpeluang terjadi di perairan Timur Laut Morotai, Tenggara Morotai, Kepulauan Loloda, Halmahera Barat, Timur Kepulauan Halmahera, Teluk Weda dan perairan Gebe. Selain itu juga perairan Utara Mangoli, Timur Sanana, Selatan Taliabu, Timur Obi, Barat Daya Obi dan Barat Laut Obi.
Dengan kondisi ini beresiko terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kepada para nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut juga nelayan diminta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi Laut gelombang tinggi jangan memaksakan kehendak untuk berlayar dan menangguhkan keberangkatan demi keselamatan.
Perusahaan Pelayaran juga masyarakat hendaknya selalu memperoleh informasi dari BMKG serta instansi berwenang tentang kondisi cuaca dan tinggi gelombang.