Sekjen Kemdiktisaintek Segera ke Unsoed, Cari Solusi Kekosongan Jabatan Rektor

Sekjen Kemdiktisaintek Segera ke Unsoed, Cari Solusi Kekosongan Jabatan Rektor
Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unsoed, Prof. Dr. Waluyo Handoko, S.IP., M.Sc., Saat memberi keterangan pers Sabtu 23/8/2026 (Foto Bian Pamungkas).

Purwokerto-Spektroom ,: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan segera mengirim Sekretaris Jenderal (Sekjen) ke Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto untuk mencari solusi atas kekosongan jabatan pimpinan universitas setelah tiga pejabat Unsoed ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unsoed, Prof. Dr. Waluyo Handoko, S.IP., M.Sc., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., sempat berkomunikasi melalui telpon Sabtu (22/8/2026).

“Siang tadi menteri menelepon kami untuk menanyakan perkembangan pasca ditangkapnya rektor dan wakil rektor III oleh KPK. Beliau akan segera mengirim sekjen ke Purwokerto untuk mencari solusi terbaik,” kata Handoko saat memberikan keterangan pers di Gedung Rektorat Unsoed.

Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan kelembagaan yang harus segera diputuskan, antara lain siapa yang berwenang menandatangani ijazah, mekanisme penunjukan pelaksana tugas atau pelaksana harian rektor, serta keberlangsungan berbagai urusan akademik dan administrasi.

Unsoed selanjutnya akan berkoordinasi dengan Kemdiktisaintek untuk menentukan langkah kelembagaan, termasuk mekanisme pengisian jabatan sementara dan menjaga tata kelola universitas selama masa transisi.

Meski menghadapi situasi tersebut, Unsoed memastikan kegiatan perkuliahan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelayanan publik tetap berjalan normal dengan sejumlah penyesuaian.

Wakil Rektor I Unsoed Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., mengatakan sejumlah pejabat terpaksa bekerja dari ruangan lain karena ruang kerja mereka masih disegel.

Saya terpaksa bekerja di salah satu ruang di Fakultas Pertanian karena ruang kerja saya masih disegel ujar Wakil Rektor I Prof. Noor Farid, Sabtu (22/8/2026) Foto Bian Pamungkas.

“Kami hari ini terpaksa bekerja di salah satu ruang Fakultas Pertanian karena ruang kerja saya masih disegel,” ujar Prof. Noor Farid,

Unsoed juga menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan menyerahkan pemeriksaan sepenuhnya kepada KPK.

Universitas tetap menjunjung asas praduga tak bersalah terhadap para tersangka hingga terdapat putusan hukum berkekuatan tetap.

Sebelumnya, KPK menetapkan 3 tersangka dari kalangan Rektorat Unsoed dalam perkara dugaan gratifikasi terkait penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unsoed.

Tiga orang tersebutvmerupakan pejabat Unsoed, yakni Rektor, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, serta Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan.

Penetapan tersangka merupakan tindak lanjut OTT KPK pada Kamis (20/8/2026) di Purwokerto dan Jakarta. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan uang ratusan juta rupiah serta sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perkara.

Berita terkait

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Jakarta - Spektroom: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam pembangunan desa. Hal itu disampaikan Yandri Susanto pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang penyelenggaraan Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk pemberdayaan

Anggoro AP
Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Ambon-Spektroom : Kerja sama Indonesia dan Selandia Baru di sektor energi terbarukan memasuki babak baru. Setelah berjalan sekitar lima tahun dan sempat terganggu pandemi Covid-19, kedua negara kini menyiapkan fase kedua program untuk memperluas akses listrik, memperkuat sumber daya manusia, sekaligus mendorong masyarakat Maluku menjadi pelaku utama pengembangan energi bersih. Komitmen

Eva Moenandar, Julianto