Sekolah Swasta Adalah Mitra Strategis Pemerintah & Berhak Menerima Subsidi
Manokwari - Spektroom: Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan mandat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 sekaligus bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Revitalisasi Satuan Pendidikan adalah program strategis yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana satuan pendidikan yang berkualitas melalui rehabilitasi, pembangunan, dan penyediaan sarana dan prasarana satuan pendidikan.
Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah di Indonesia memiliki sarana dan prasarana yang memadai bagi kelangsungan pembelajaran.
Hal itu disampaikan Mentri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti pada Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Se- Kabupaten Manokwari, berlangsung di SMP Advent Manokwari, Kamis (28/5/2026).
Menurut Mendikdasmen Abdul Mu'ti Sekolah swasta adalah mitra strategis pemerintah oleh karenanya Pemerintah juga mensubsidi sekolah swasta, khususnya untuk pembangunan infrastruktur.
"Yang kita bangun mungkin hanya beberapa ruang kelas, sisanya mereka penuhi sendiri. Dan semua yang belajar adalah anak-anak Indonesia, semua yang belajar di sekolah negeri maupun swasta adalah anak-anak kita, anak Indonesia yang harus kita didik bersama-sama sehingga menjadi anak-anak Indonesia yang hebat generasi emas 2045" terang Abdul Mu'ti, dikutip dari YouTube Kemendiknasmen.
Menurutnya, tahun ini 23% alokasi revitalisasi satuan pendidikan adalah untuk sekolah-sekolah swasta. Bahkan sistem penerimaan murid baru, pemerintah juga mengembangkan sistem dengan 4 jalur, Jalur domisili, jalur prestasi, jalur afirmasi, dan jalur mutasi.
"Ketika nanti di sekolah negeri sudah penuh dan mereka tidak boleh menambah murid melebihi ketentuan dalam standar, selanjutnya diserahkan kepada sekolah-sekolah swasta" tandas Abdul Mu'ti.
Dilain pihak, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 3 tahun 2023, di mana pemerintah daerah dapat mengalokasikan dana untuk sekolah-sekolah swasta.
"Ini artinya apa? Semuanya harus hidup (Sekolah Negri dan Swasta : red), semuanya adalah ekosistem yang harus kita bangun bersama-sama. Karena kita adalah penyelenggara negara, yang mengurusi semuanya, mengurusi negeri dan swasta" ungkap Abdul Mu'ti lagi.
Sementara sebelumnya dalam sambutannya, Bupati Manokwari Hermus Indou menyampaikan Kunjungan Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjadi momentum untuk penguatan transformasi kualitas pelayanan pendidikan yang adil dan inklusif di Kabupaten Manokwari.

Dengan dipilihnya SMP Advent, sekolah swasta agama Kristen, sebagai tempat Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Se- Kabupaten Manokwari, Hermus Indou menilai Mendikdasmen sedang menerapkan kebijakan inklusif dan adil.
"Kami yakin dan percaya Bapak sedang menerapkan kebijakan yang bersifat inklusif dan adil di sini. Tidak hanya memperhatikan pendidikan yang berbasis Islam saja, tidak hanya memperhatikan pendidikan yang berstatus negeri saja, tetapi semua satuan pendidikan baik negeri maupun swasta yang diselenggarakan baik oleh lembaga-lembaga resmi pemerintah maupun swasta" urai Bupati.
Bupati Hermus melanjutkan Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan tersebut untuk mengoptimalkan dan memastikan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan di Manokwari akan terus berjalan ke depan.
"Kami melihat bahwa kualitas infrastruktur, sarana dan perasaran pendidikan kita setelah kehadiran program ini makin hari makin baik dan mewujudkan lingkungan fisik yang sehat dan nyaman dan mendukung proses pembelajaran kami" ujarnnya lagi.
Tidak hanya itu, transformasi pembelajaran dan digitalisasi layanan pendidikan, menjadi hal yang sangat luar biasa didapatkan termasuk transformasi kualitas Sumber Daya Manusia, terutama guru dan tenaga kependidikan akan terus terwujud di Kaupaten Manokwari serta transformasi kurikulum yang relevan, adaptif dan juga responsif terhadap perubahan zaman.
Tentu saja transformasi terhadap kualitas peserta didik, tidak hanya bertaqwa tapi juga berkarakter dan memiliki daya saing yang tinggi karena menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Meski kami di Kabupaten Manokwari mengalami pemangkasan anggaran sekitar 200 miliar rupiah lebih dan ini membuat daya belanja kami untuk pelayanan kemasyarakatan di Kabupaten Manokwari termasuk pelayanan pendidikan sangat minimal. Tetapi program revitalisasi satuan pendidikan hari ini Sangat membantu dan mengisi kekurangan kami tersebut" pungkasnya (@Ng).