Trending

Selamatkan Rp1,6 Miliar Dana Konsumen, BPSK Banjarmasin Tolak Wacana Penonaktifan

Selamatkan Rp1,6 Miliar Dana Konsumen, BPSK Banjarmasin Tolak Wacana Penonaktifan
Dr H Fauzan Ramon SH MH selaku Fungsional BPSK Kota Banjarmasin.(Foto Dokumen Pribadi)

Junaidi, Agung Yunianto

Spektroom — Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan mengirimkan surat kepada Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru terkait rencana penonaktifan Fungsional Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Banjarmasin. Surat bernomor 510/525/PKTN/DISDAG tersebut diterbitkan pada Selasa, 23 September 2025.

Menanggapi wacana penonaktifan tersebut, Fungsional BPSK Kota Banjarmasin menyatakan keberatan. Keberatan itu dibahas dalam rapat internal yang digelar pada Jumat, 9 Januari 2026.

Anggota Fungsional BPSK Kota Banjarmasin, Dr. H. Fauzan Ramon, SH, MH, menyatakan bahwa pihaknya berencana melakukan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, untuk menyampaikan sikap resmi atas rencana penonaktifan tersebut.

“Keberadaan BPSK merupakan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” ujar Fauzan, yang juga Advokat Senior, Kamis (15/1/2026) di Banjarmasin.

Fauzan menegaskan bahwa BPSK Kota Banjarmasin memiliki legalitas dan dasar hukum yang kuat. BPSK didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 2008 tentang Pembentukan BPSK di sejumlah daerah, termasuk Kota Banjarmasin.

Selain itu, kata Fauzan, masa kerja Anggota BPSK Kota Banjarmasin periode 2023–2028 juga telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 188.44/0828/Kum/2022 tentang Pengangkatan Anggota BPSK Kota Banjarmasin.

Fauzan yang juga menjabat sebagai Ketua YLK Intan Kalimantan menyampaikan bahwa keberadaan BPSK sangat penting dalam upaya perlindungan hak-hak konsumen di Provinsi Kalimantan Selatan. Ia menjelaskan, penyelesaian sengketa konsumen melalui BPSK merupakan alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan (nonlitigasi) yang mengedepankan asas cepat, mudah, dan tanpa biaya.

“Selama periode tahun 2023 hingga 2025, BPSK Kota Banjarmasin telah berhasil menyelamatkan dana masyarakat sebesar Rp1.670.977.466,” ungkap Fauzan.

Ia juga menambahkan bahwa sejak tahun 2023 hingga 2025, Provinsi Kalimantan Selatan menerima penghargaan dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia berupa Anugerah Daerah Peduli Perlindungan Konsumen. Penghargaan tersebut, menurut Fauzan, tidak terlepas dari keberadaan dan kinerja BPSK Kota Banjarmasin yang dinilai sangat memuaskan.

Lebih lanjut, Fauzan menyatakan bahwa BPSK Kota Banjarmasin terbuka untuk berdiskusi dengan berbagai pihak guna menjaga eksistensi lembaga tersebut demi perlindungan hak-hak konsumen di Kalimantan Selatan.

“Kami sebagai Anggota BPSK Kota Banjarmasin sangat keberatan jika lembaga ini dinonaktifkan. Oleh karena itu, kami berharap Gubernur Kalimantan Selatan dapat meluangkan waktu untuk melakukan audiensi,” pungkasnya. *****

Berita terkait

Untuk ke 8 kalinya Kecamatan Barangin Raih Juara Umum MTQ ke-46 Tingkat Kota Sawahlunto 2026

Untuk ke 8 kalinya Kecamatan Barangin Raih Juara Umum MTQ ke-46 Tingkat Kota Sawahlunto 2026

Sawahlunto–Spektroom : Dominasi kafilah Kecamatan Barangin di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kota Sawahlunto kembali berlanjut. Pada penyelenggaraan MTQ ke-46 Tahun 2026, Kecamatan Barangin resmi dinobatkan sebagai Juara Umum. Capaian ini menjadi gelar juara umum kedelapan kalinya bagi Kecamatan Barangin di tingkat Kota Sawahlunto. Kepastian juara umum

Riswan Idris, Rafles
Promosi Pariwisata Maluku Merambah Bandara Ngurah Rai, Gubernur Sapa Wisatawan

Promosi Pariwisata Maluku Merambah Bandara Ngurah Rai, Gubernur Sapa Wisatawan

Bali-Spektroom : Pemerintah Provinsi Maluku memanfaatkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, sebagai ruang promosi untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan produk ekonomi kreatif daerah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Langkah tersebut dilakukan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa melalui kolaborasi dengan Bank Mandiri dan Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan

Eva Moenandar, Bian Pamungkas