Seluruh Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Berhasil Dievakuasi dalam Waktu Kurang dari 12 Jam

Seluruh Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Berhasil Dievakuasi dalam Waktu Kurang dari 12 Jam
Kepala Basarnas RI, Mohammad Syafii: Kurang dari 12 jam, seluruh korban Insiden KA ArgoBromo telah berhasil dievakuasi (Foto: Istimewa)

Bekasi – Spektroom: Tim gabungan dari Basarnas RI bersama TNI/Polri, PMI, instansi terkait, serta masyarakat berhasil mengevakuasi seluruh penumpang dalam tragedi kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang bertabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).

Kepala Basarnas RI, Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.00 WIB, seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Dari data yang dihimpun, terdapat 14 korban meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.

“Korban yang berhasil dievakuasi rata-rata ditemukan dalam kondisi terjepit material akibat benturan keras antar rangkaian kereta,” ujar Syafii kepada wartawan, di Bekasi Selasa (28/4/2028).

Ia menjelaskan, kecelakaan tersebut melibatkan dua kereta, yakni KRL dan KA Argo Bromo Anggrek, dengan benturan cukup keras yang menyebabkan sejumlah penumpang terjebak di dalam reruntuhan material gerbong kereta api.

Beberapa korban diketahui merupakan perempuan yang berada di gerbong khusus wanita saat kejadian berlangsung.
Menurut Syafii, proses evakuasi berlangsung selama kurang dari 12 jam sejak insiden terjadi.

Tim penyelamat bekerja secara hati-hati dan terukur, terutama dalam mengevakuasi korban yang terjepit agar tidak menimbulkan risiko tambahan.

Dalam operasi tersebut, Basarnas mengerahkan berbagai peralatan, mulai dari alat manual, listrik, hingga hidrolik untuk membantu proses ekstraksi korban dari puing-puing kereta.

“Seluruh proses berjalan dengan lancar berkat kerja sama lintas instansi dan dukungan masyarakat di lokasi kejadian,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh pihak menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa ini. Selain itu, pemerintah dan instansi terkait juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan aspek keselamatan transportasi kereta api ke depan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat pentingnya sistem keselamatan dan pengawasan dalam operasional transportasi massal guna mencegah kejadian serupa terulang.

Dengan telah dievakuasinya seluruh korban baik yang meninggal dunia, luka-luka maupun selamat, maka operasi SAR ditutup dan seluruh personil dikembalikan kepada kesatuan dan markas, masing-masing.

Berita terkait

Viral Isu Menteri Pariwisata Menggunakan Sepatu di Masjid, Pemprov Sumbar Pastikan itu Tidak Benar

Viral Isu Menteri Pariwisata Menggunakan Sepatu di Masjid, Pemprov Sumbar Pastikan itu Tidak Benar

Padang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi pada 29 April 2026. Dalam unggahan tersebut dikatakan, Menteri Pariwisata mengenakan sepatu di dalam masjid. Pemprov Sumbar pastikan informasi tersebut

Rafles