Semangat Tak Pernah Pensiun: Ketika Purna Bakti RRI Tetap Berkarya dan Menginspirasi

Semangat Tak Pernah Pensiun: Ketika Purna Bakti RRI Tetap Berkarya dan Menginspirasi
Sebanyak 190 purna bakti RRI se Jogloseto (Jogyakarta, Surakarta, Semarang dan Purwokerto). Rabu (10/6/2026), berkumpul di Taman wisata pendidikan Purbayasa. (Foto: Spektroom).

Purbalingga- Spektroom; Usia boleh menua, tetapi semangat untuk berkarya ternyata tidak mengenal kata pensiun. Pemandangan itulah yang terlihat saat 190 anggota Persatuan Pensiunan RRI (PP RRI) wilayah Jogloseto—Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Purwokerto—berkumpul di objek wisata pendidikan Purbayasa, Kabupaten Purbalingga, Rabu (10/6/2026).

Pertemuan yang dikemas dalam suasana silaturahmi dan temu kangen itu jauh dari kesan acara para lansia yang identik dengan suasana tenang. Sebaliknya, gelak tawa, nyanyian, hingga tarian tradisional dan modern silih berganti mewarnai kegiatan yang diikuti peserta berusia antara 60 hingga 87 tahun tersebut.

Masing-masing perwakilan daerah tampil menunjukkan bakat seni yang masih terpelihara. Ada yang membawakan lagu-lagu nostalgia, ada pula yang menampilkan tarian daerah hingga tarian kekinian.

Antusiasme peserta membuat suasana semakin meriah dan membuktikan bahwa kreativitas tidak lekang oleh usia.

Ketua PP RRI Yogyakarta, Martoyo, mengatakan para pensiunan RRI tidak ingin sekadar menikmati masa tua tanpa aktivitas. Menurutnya, pengalaman panjang selama bertugas di lembaga penyiaran publik menjadi modal berharga untuk terus memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Salah satu bentuk nyata semangat tersebut adalah lahirnya media massa daring Spektroom.co.id yang telah terverifikasi Dewan Pers.

Media itu menjadi wadah bagi para purnakarya RRI untuk tetap menyalurkan kemampuan jurnalistik dan komunikasi yang selama puluhan tahun mereka geluti.

“Anggota PP RRI masih terpanggil untuk tetap berkarya sesuai bidang tugas yang pernah ditekuninya saat masih berdinas,” ujar Martoyo.

Ia menilai terobosan yang dilakukan Ketua Umum PP RRI Anhar Achmad dalam menyediakan ruang berkarya melalui media tersebut patut mendapat dukungan dari seluruh anggota.

Semangat yang sama juga dirasakan Ketua PP RRI Semarang, Arianti Retno Astuti. Menurutnya, pertemuan Jogloseto kali ini menunjukkan bahwa usia lanjut bukan penghalang untuk terus aktif, belajar, dan memperluas wawasan.

Sementara itu, Kepala RRI Purwokerto, Slamet Faozan, menilai kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda. Para pensiunan, katanya, membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa purna tugas.

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, para purnakarya RRI itu menunjukkan satu pesan sederhana namun kuat: semangat berkarya, berbagi pengalaman, dan menjaga kebersamaan adalah energi yang tidak pernah mengenal usia pensiun.

Sementara itu ketua PP RRI Purwokerto Agus Sukoyo mengatakan, merasa gembira dengan semangat para purnakarya RRI yang datang dari jauh dan tetap optimis untuk tampil, bertemu dan melangkah memasuki masa depan yang semakin komplek.

" Sesuai kesepakatan bersama untuk kedepan pertemuan akan dilakukan setahun sekali bukan 6 bulan lagi. Hal ini, agar mempersiapkan materi yang lebih baik". Pungkas Agus Sukoyo.

Berita terkait

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat penanganan stunting dengan menitikberatkan pada penggunaan data yang valid, evaluasi berkala, serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan agar program yang dijalankan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan penurunan angka stunting secara nyata. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis dan

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Bantul–Spektroom : Pengembangan pariwisata berbasis komunitas terus didorong Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya melalui Lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat DIY 2026 yang tidak hanya menilai daya tarik destinasi, tetapi juga tata kelola, dampak ekonomi, sosial budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Dalam ajang tersebut, Kabupaten Sleman meraih dua penghargaan.

Fatmawaty, Bian Pamungkas
ссс