Seminar KDKMP Memberikan Pemahaman Mengenai Tujuan, Urgensi & Implementasi KDKMP di Provinsi Lampung
Bandarlampung - Spektroom: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai instrumen program ketahanan pangan dan merupakan program strategis nasional yang telah dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia dan menjadi motor penggerak perekonomian daerah.
Hal itu disampaikan Walikota Bandarlampung Eva Dwiana pada Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di Gedung Semergou Lantai 4 Kantor Wali Kota Bandar Lampung, Jum'at (4/9/2026).
Menurut Walikota, Kota bandar Lampung merupakan Ibukota Provinsi Lampung dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa dengan luas 18.370 Km², terdiri dari 20 kecamatan dan 126 Kelurahan, saat ini memiliki 126 unit KDKMP dan memberikan bantuan modal stimulus Rp.50 Juta per koperasi.
"Kami punya koperasi 126 unit disetiap Kelurahan dan Alhamdulillah pemerintah Kota Bandarlampung memberikan dana awal 50 juta rupiah untuk koperasi yang ada di Kota Bandarlampung" terang Eva dalam laporannya.
Diforum yang sama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal menilai seminar KDKMP ini sangat penting untuk membantu pemahaman mengenai tujuan, urgensi dan langkah implementasi KDKMP di provinsi Lampung.
Menurut Gubernur sebelumnya sistem ekonomi yang ada di Indonesia menyebabkan 70% uang yang ada di desa itu mengalir ke kota dan yang dimiliki Desa hanya 30%.
"Padahal populasi penduduk di Lampung, 70% ada di desa, Namun perputaran uang yang ada didesa hanya 30% yang masuk ke kas desa. Karena sistem ekonomi di negara kita tidak mendukung, akhirnya kekayaan yang ada di desa itu lari ke kota" tandas Mirza.
Menyikapi hal itu, terus Mirza, Pemerintah mengambil kebijakan, dengan sistem yang sebaliknya, bagaimana mengalirkan uang dari kota ke desa. Ada dua cara, yang pertama melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menghasilkan pemasukan untuk kas Pemerintahan Desa dengan mengambil bahan pangan dari desa setempat.
"Yang kedua yang paling penting adalah instrumennya KDKMP, dengan Kooperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih ini, kepala desa di provinsi Lampung, sangat memahami kekayaan atau potensinya desanya masing-masing. Hasil berkebun jagung, bisa dijadikan pakan ternak, singkong bisa dibuat Gaplek dan padi dijadikan beras lalu dijual kepada koperasi didesanya" ujar Gubernur Mirza merinci.
Sementara ditempat yang sama Menteri Desa & Pembangunan Daerah Tertanggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menepis anggapan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak berjalan.
Menurut Yandri, program strategis tersebut saat ini justru tengah memasuki tahapan penting berupa finalisasi gudang dan gerai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Sekarang banyak orang memvonis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini sepertinya tidak berjalan, padahal programnya sedang berjalan,” kata Yandri.
Yandri menjelaskan, pemerintah saat ini sedang memfinalisasi gudang dan gerai KDMP yang jumlahnya lebih dari 35.000.
Setelah proses tersebut rampung, pemerintah akan melanjutkan tahapan validasi, verifikasi bangunan hingga operasionalisasi koperasi.
Yandri meminta masyarakat, khususnya para kepala desa dan lurah, mengikuti perkembangan program tersebut secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman (@Ng).