Setelah absen Tiga Bulan lebih, Para Nelayan di Juwana Pati Bersiap Melaut Kembali

Setelah absen Tiga Bulan lebih, Para Nelayan di Juwana Pati Bersiap Melaut Kembali
Para nelayan Paguyuban Mitra Nelayan Sejahtera Juwana, Pati memperbaiki armada dan jaring tangkap persiapan melaut, Jumat (18/08/2026)(Foto: Dok AP)

Pati-Spektroom: Setelah tiga bulan lebih memilih tinggal di rumah akibat mahalnya BBM Solar, kini Ribuan nelayan Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati bersiap kembali melaut. Setelah ada kepastian harga bahan bakar solar nonsubsidi sebesar Rp 15 ribu per liter, para pemilik kapal segera memperbaiki armada dan jaring tangkap mereka.

Ketua Paguyuban Mitra Nelayan Sejahtera Eko Budiyono menyampaikan sekitar 1.600 kapal nelayan Juwana kini bersiap kembali melaut setelah lama tertahan akibat biaya operasional yang tidak sebanding hasil tangkapan.

Ratusan kapal di antaranya merupakan kapal bertipe pursin yang tergabung dalam paguyubannya.

"Karena sebelumnya kita dipaksakan dengan harga BBM yang kemarin itu tidak akan menutup biaya operasional selama melaut. Kita tidak melaut sejak lebaran sampai saat ini," ujarnya.

Harapannya, harga solar yang baru dapat berimbang dengan harga jual ikan di pasaran saat ini. Eko mengakui harga Rp 15 ribu per liter tersebut sebenarnya belum sepenuhnya sesuai tuntutan awal nelayan saat aksi demo Mei lalu.

"Tuntutan kami dua kali harga subsidi sekitar Rp 13,5 ribu, dan ditetapkan angka Rp 15 ribu. Saya kira sudah cukup dengan harga seperti ini," jelasnya.

Pemilik kapal Juhari turut merasakan dampak positif kebijakan tersebut setelah selama enam bulan menahan operasional akibat biaya melaut yang membengkak.

Kenaikan solar sebelumnya diperparah oleh naiknya berbagai komponen biaya operasional lain seperti perbaikan kapal dan perlengkapan tangkap.

Aktivitas di galangan kapal Berkah Mina, Desa Pajeksan, kini kembali sibuk dengan anak buah kapal yang memperbaiki lambung dan jaring untuk persiapan melaut.

Sejumlah kapal termasuk KM Bahari 6 direncanakan berangkat pada Agustus hingga September mendatang menuju perairan Papua untuk menangkap ikan layar, pindang, dan tongkol.(ap)

Berita terkait

Tiga Ribu 170 Warga Binaan NTB Terima Remisi, Gubernur Tegaskan Tak Ada Kata Terlambat Untuk Berubah

Tiga Ribu 170 Warga Binaan NTB Terima Remisi, Gubernur Tegaskan Tak Ada Kata Terlambat Untuk Berubah

Lombok Barat-Spektroom : Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu membawa kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di seluruh Lapas dan Rutan di NTB. Tahun ini, sebanyak 3.170 narapidana dan anak binaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan kado istimewa berupa remisi umum dan

Marsam Putrangga, Julianto
Kemenag Sawahlunto Peringati HUT ke-81 RI, Tekankan Pengabdian, Kerukunan, dan Etika di Era AI

Kemenag Sawahlunto Peringati HUT ke-81 RI, Tekankan Pengabdian, Kerukunan, dan Etika di Era AI

Sawahlunto-Spektroom : Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M., memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman MTsN 2 Sawahlunto, Senin (17/8/2026). Upacara diikuti jajaran Kemenag Kota Sawahlunto serta seluruh satuan kerja (satker) di lingkungan Kemenag. Peringatan

Riswan Idris, Bian Pamungkas