Si Doel Pulang ke Kampus, Kini Membawa Cerita Transportasi Jakarta

Si Doel Pulang ke Kampus, Kini Membawa Cerita Transportasi Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno (pakai batik coklat), saat meninjau wajah baru Halte Universitas Pancasila, Selasa (15/9/2026).(Foto: IIS/Spektroom).

Jakarta - Spektroom : Tiga puluh lima tahun setelah menjalani adegan wisuda sebagai Si Doel, Rano Karno kembali ke Universitas Pancasila, Jakarta Selatan. Kali ini, ia tidak membawa naskah film, melainkan meresmikan Halte Universitas Pancasila yang telah direvitalisasi, Selasa (15/9/2026).

Kampus tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Si Doel Anak Sekolahan. Pada 1991, Universitas Pancasila digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar, termasuk adegan wisuda tokoh Si Doel yang diperankan Rano.

Kenangan itu kembali muncul ketika Rano menginjakkan kaki di kampus tersebut.

“Tentu tempat ini banyak kenangan. Walaupun artinya ini hanya sebuah film, sebuah cerita, tapi di sinilah saya terinspirasi untuk melanjutkan kisah-kisah yang lain,” ujar Rano.

Namun, cerita yang dibawa Rano kali ini bukan tentang seorang anak Betawi yang mengejar gelar sarjana. Ceritanya tentang Jakarta dan kebutuhan warganya terhadap transportasi publik yang semakin mudah diakses.

Halte Universitas Pancasila kini hadir dengan fasilitas yang direvitalisasi agar lebih aman, nyaman, inklusif, dan mudah dijangkau. Halte ini melayani mobilitas mahasiswa, sivitas akademika, serta masyarakat di kawasan Lenteng Agung dan sekitarnya.

Lima rute Transjakarta melintas di halte tersebut. Rute itu adalah 4B Stasiun Manggarai–Universitas Indonesia, 9H Cipedak–Pasar Minggu, D21 Universitas Indonesia–Lebak Bulus, JAK.44 Andara–Universitas Pancasila, dan JAK.64 Terminal Pasar Minggu–Aselih.

Layanan itu diperkuat 108 armada. Rinciannya, 18 unit pada rute 4B, tujuh unit 9H, 29 unit D21, 30 unit JAK.44, dan 24 unit JAK.64.

Pada jam sibuk, waktu tunggu rute 4B, 9H, dan D21 sekitar 10 menit. Adapun JAK.44 dan JAK.64 sekitar lima menit.

Bagi pengguna transportasi publik, perbaikan itu berarti lebih dari sekadar halte yang tampak baru. Waktu tunggu yang lebih singkat dan fasilitas yang lebih nyaman berpengaruh langsung terhadap perjalanan sehari-hari.

Rano menegaskan, pembangunan transportasi publik harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang membutuhkan fasilitas aksesibilitas khusus.

“Transjakarta merealisasikan pembangunan fisik halte, sementara Universitas Pancasila turut mendorong pemanfaatannya oleh mahasiswa dan sivitas akademika sebagai bagian dari upaya beralih ke transportasi publik,” kata Rano.

Revitalisasi halte merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Transjakarta, dan Universitas Pancasila. Rano berharap fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dirawat bersama.

Ada ironi kecil sekaligus menarik dari kepulangan Rano ke kampus itu. Dahulu, ia datang sebagai aktor yang memerankan seorang pemuda yang mengejar masa depan melalui pendidikan. Kini, ia datang sebagai pejabat yang berbicara tentang masa depan Jakarta melalui transportasi publik.

Universitas Pancasila pun kembali menjadi panggung bagi Rano Karno.

Bedanya, kali ini tidak ada kamera yang merekam adegan Si Doel.

Si Doel sudah berubah. Jakarta pun sedang berubah.

Berita terkait

Kerja Sama Dengan BPJS Diperpanjang, Seluruh Anggota PWI Dicover Asuransi. Anak Dapat Beasiswa Sampai Perguruan Tinggi

Kerja Sama Dengan BPJS Diperpanjang, Seluruh Anggota PWI Dicover Asuransi. Anak Dapat Beasiswa Sampai Perguruan Tinggi

Medan, Spektroom: Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara (PWI Sumut) menjamin asuransi atau jaminan sosial seluruh anggotanya, seiring dilanjutkannya kembali kerja sama PWI Sumut dengan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini terungkap dalam pertemuan Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik, dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan di Medan, Selasa (15/9/2026). Turut serta dalam

Hartati Rangkuti