Siapa Dalang Demo Anarkis Agustus 2025, Polda Metro Jaya Buka Suara

Siapa Dalang Demo Anarkis Agustus 2025, Polda Metro Jaya Buka Suara
Demonstrasi rusuh akhir Agustus 2025 ( Foto : Antara )

Spektroom - Beberapa ruas jalan Ibukota terasa cukup padat bahkan macet di sejumlah titik seperti jalan Basuki Rachmat, Underpass Basura, Jakarta Timur menuju Jalan Abdulah Safei Tebet, Casablanca, Jakarta Selatan, pada Selasa (23/9/2025) pagi yang merupakan jam sibuk hari kedua awal pekan

Begitu pula pada sore hari kepadatan kendaraan terjadi saat jam pulang kerja. Kondisi ini membuktikan bahwa aktivitas di Jakarta kembali normal meskipn tak sepi dari aksi unjuk rasa di kawasan gedung DPR dan Monas, Jakarta Pusat. Namun demikian aksi demonstrasi rusuh dan penjarahan pada 28 hingga 30 Agustus 2025 masih menyisakan tanda tanya

Peristiwa di penghujung Agustus itu apakah sekadar luapan emosi massa, atau bagian dari intrik politik kelompok tertentu

Investigasi dan keterbukaan informasi publik perlu dilakukan untuk memastikan kebenaran di balik aksi demo yang berujung anarkis, pembakaran fasilitas umum dan serangan terhadap kantor polisi serta penjarahan

Dalam upaya mengungkap dalang di balik demo anarkis, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah melaporkan ke Polda Metro Jaya terkait hasil analisis dugaan aliran dana yang digunakan untuk mendanai kericuhan dalam demo pada akhir Agustus 2025.

“Ya kami sudah sampaikan hasil analisis kepada Polda,” kata Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana, Senin (22/9/2025).

Kendati demikian, Ivan tidak menjelaskan lebih lanjut terkait hasil analisis instansinya.

“Semua sudah selesai di kami, sekarang sudah di penyidik,” tegasnya

Sebelumnya, penyidik menemukan indikasi adanya pemberian kompensasi atau upah kepada anak remaja yang ikut dalam aksi.

"Data awal ini kami pergunakan untuk mengungkap apakah ada aliran dana kepada jaringan ini".ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Putu Cholis di Mapolda Metro Jaya, Kamis (4/9/2025).

Dalam hal ini, Polda Metro Jaya menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mendalami aliran dana tersebut sekaligus mencari dalangnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Pol Ade Ary Syam Indradi menegaskan, pihaknya berkomitmen mengusut dan mengungkap dalang di balik kericuhan di Jakarta pada akhir Agustus 2025.

“Dari Bapak Kapolda Metro Jaya, komitmen akan mengusut tuntas dan mengungkap siapa dalang di balik kerusuhan beberapa hari yang lalu,” kata Ade Ary, Senin (15/9/2025).

Berdasarkan temuan penyidik Polda Metro Jaya, rangkaian peristiwa kericuhan di Jakarta bermula dengan adanya hasutan yang akhirnya mempengaruhi sejumlah orang melanggar hukum.

Berita terkait

Pemkab Tanah Datar Perkuat Kerja Sama Antar Daerah untuk Kendalikan Inflasi, Targetkan Delapan KAD pada 2026

Pemkab Tanah Datar Perkuat Kerja Sama Antar Daerah untuk Kendalikan Inflasi, Targetkan Delapan KAD pada 2026

Tanah Datar–Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui penguatan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Riswan Idris, Rafles
KAI Daop 6 Yogyakarta Imbau Masyarakat Gunakan Perlintasan Resmi dan Jauhi Jalur Kereta Api

KAI Daop 6 Yogyakarta Imbau Masyarakat Gunakan Perlintasan Resmi dan Jauhi Jalur Kereta Api

Yogyakarta – PT KAI Daop 6 Yogyakarta kembali mengingatkan masyarakat agar hanya menggunakan perlintasan sebidang resmi serta tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api demi menjaga keselamatan bersama. Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden tertempernya seorang warga oleh KA 282 Bengawan relasi Pasarsenen–Purwosari di Km 162+0 petak jalan Lempuyangan–Maguwo

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Transformasi Digital Berawal dari Perubahan Cara Berpikir Inovatif

Transformasi Digital Berawal dari Perubahan Cara Berpikir Inovatif

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa transformasi digital tidak dapat dimaknai sekadar sebagai adopsi teknologi, tetapi harus diawali dengan perubahan cara berpikir, budaya kerja, dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan publik. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, pada Seminar Nasional Sistem

Marsam Putrangga, Julianto
ссс