SISSCa 2026 Masuk Tahap Pematangan, Pemko Sawahlunto Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

SISSCa 2026 Masuk Tahap Pematangan, Pemko Sawahlunto Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
SISSCa 2026 Masuk Tahap Pematangan, Pemko Sawahlunto Perkuat Koordinasi Lintas Sektor (Foto design Riswan/Spektroom)

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto mulai mematangkan penyelenggaraan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2026). Selain menyiapkan rangkaian acara, pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan aspek keamanan, ketertiban, kesiapan wilayah, hingga pelayanan kepada peserta dan wisatawan berjalan optimal.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat teknis SISSCa 2026 yang digelar Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sawahlunto selaku leading sector di Ruang Rapat Balaikota Sawahlunto, Selasa (11/8/2026).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Rovandly Abdams, didampingi Asisten III Pemerintah Kota Sawahlunto dan Kepala Disparpora Meldi Hidayah Marta, S.STP., M.Si. Hadir pula jajaran Polres Sawahlunto, perangkat daerah, camat, lurah, serta unsur terkait lainnya.

Sekdako Rovandly Abdams menekankan pentingnya koordinasi sejak tahap persiapan agar seluruh unsur memiliki pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas.

"Penyelenggaraan event budaya membutuhkan kesiapan bersama, sehingga aspek teknis, keamanan, ketertiban, serta pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan harus dipersiapkan secara terintegrasi" ujarnya.

Ia juga mendorong agar pengalaman dari penyelenggaraan event sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan SISSCa 2026 yang lebih tertib, matang dan berkualitas.

Sementara itu, Kepala Disparpora Meldi Hidayah Marta mengatakan pematangan teknis dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan SISSCa 2026 berjalan sesuai perencanaan.

Menurut Meldi, evaluasi terhadap pelaksanaan event sebelumnya menjadi bagian penting dalam penyempurnaan penyelenggaraan tahun ini. Koordinasi dengan OPD, kepolisian, kecamatan, kelurahan dan unsur terkait diperlukan agar berbagai kebutuhan di lapangan dapat diantisipasi sejak awal.

“Yang kita siapkan bukan hanya acaranya, tetapi bagaimana seluruh rangkaian SISSCa dapat berjalan aman, tertib dan memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat, peserta maupun wisatawan,” ujar Meldi.

SISSCa memiliki posisi strategis dalam mempromosikan Songket Silungkang sebagai salah satu kekuatan identitas budaya Sawahlunto. Tradisi menenun songket tidak hanya memiliki nilai estetika dan sejarah, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi melalui pengembangan industri kreatif dan pariwisata.

Bagi Sawahlunto, penguatan event berbasis budaya juga relevan dengan status kota tersebut sebagai bagian dari Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia pada 2019.

Dengan demikian, pengembangan pariwisata Sawahlunto dapat dibangun melalui perpaduan antara warisan pertambangan dan kekayaan budaya masyarakat, termasuk Songket Silungkang.

SISSCa pun diharapkan tidak berhenti sebagai pertunjukan atau agenda tahunan. Event ini dapat menjadi ruang promosi destinasi, pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif, penguatan UMKM, sekaligus memperluas pasar produk budaya lokal.

Tantangannya adalah memastikan manfaat event tidak hanya dirasakan pada saat karnaval berlangsung. Pengrajin, pelaku UMKM, komunitas seni, pelaku usaha pariwisata dan masyarakat lokal perlu memperoleh ruang dalam ekosistem kegiatan.

Kehadiran Polres Sawahlunto dalam rapat teknis menunjukkan bahwa aspek keamanan dan ketertiban menjadi bagian penting dari persiapan SISSCa 2026.

Pengaturan mobilitas masyarakat, kesiapan lokasi, koordinasi kewilayahan dan pelayanan kepada wisatawan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, sinergi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan kegiatan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

Pemko Sawahlunto berharap SISSCa 2026 mampu memperkuat branding kota sebagai destinasi wisata berbasis warisan budaya dan ekonomi kreatif.

Dengan Songket Silungkang sebagai salah satu kekuatan utamanya, SISSCa diharapkan menjadi jembatan antara tradisi dan industri pariwisata modern-membawa karya masyarakat lokal ke panggung yang lebih luas sekaligus memastikan tradisi tersebut tetap hidup dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat yang mewarisinya. (Ris1)

Berita terkait

Sawahlunto Terima Lima Alsintan Pascapanen Kopi dari Kementan, Dorong Produksi “Kopi Arang”

Sawahlunto Terima Lima Alsintan Pascapanen Kopi dari Kementan, Dorong Produksi “Kopi Arang”

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto memperkuat pengembangan komoditas kopi robusta dengan mendorong pengelolaan hasil perkebunan tidak berhenti pada tahap produksi biji kopi, tetapi berlanjut hingga pengolahan dan pengemasan produk siap jual. Komitmen tersebut diwujudkan melalui fasilitasi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pascapanen kopi dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan)

Riswan Idris, Rafles
Masuk 6 Nomine Terbaik Nasional, Tim Penilai Uji Kinerja Pelayanan Perizinan Pemkab Dharmasraya

Masuk 6 Nomine Terbaik Nasional, Tim Penilai Uji Kinerja Pelayanan Perizinan Pemkab Dharmasraya

Dharmasraya--Spektroom : Kabupaten Dharmasraya masuk dalam jajaran enam nomine terbaik nasional dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Daerah Tahun 2026. Untuk memastikan implementasi di lapangan, Tim Uji Petik Penilaian Kinerja PTSP dan PPB 2026 hadir langsung di Kabupaten Dharmasraya, Selasa (11/8/2026). Kehadiran

Riswan Idris, Rafles
175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno