Sitiluhur Park Ramai Pengunjung dari Kabupaten Tetangga

Sitiluhur Park Ramai Pengunjung dari Kabupaten Tetangga
Beragam wahana Sitiluhur Park mulai dari kereta kebun, kolam renang anak, sepeda trail, terapi ikan, hingga kereta Cinderella., (Foto: Sigit)

Pati-Spektroom: Lebaran di Lereng Muria: Serunya Liburan Keluarga di Sitiluhur Park Pati
Hawa sejuk lereng pegunungan menyambut setiap langkah yang memasuki kawasan Sitiluhur Park. Pada H+3 Lebaran, tempat wisata yang berada di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati ini berubah menjadi magnet liburan keluarga.

Deretan kendaraan memenuhi area parkir, sementara tawa anak-anak terdengar bersahutan dari berbagai sudut wahana.

Dari kejauhan, kereta kebun tampak berkeliling membawa pengunjung menikmati panorama hijau pedesaan. Di sisi lain, kolam renang anak dipadati keluarga yang ingin merasakan segarnya air di tengah hangatnya suasana Lebaran.

Tak hanya itu, wahana seperti sepeda trail, terapi ikan, hingga kereta Cinderella menjadi pilihan favorit yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi setiap pengunjung.

Menariknya, Sitiluhur Park tidak sekadar menawarkan hiburan. Aktivitas edukatif seperti petik sayur dan memberi makan ikan menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak yang jarang bersentuhan langsung dengan alam.

Di sinilah wisata berubah menjadi ruang belajar yang menyenangkan.
April, wisatawan asal Grobogan, datang bersama keluarga besarnya. Ia mengaku sengaja memilih Sitiluhur Park karena suasananya yang ramah anak dan harga yang terjangkau.

“Kami bisa menikmati banyak wahana tanpa harus khawatir soal biaya. Anak-anak juga senang karena banyak pilihan permainan,” ujarnya.

Di balik keramaian ini, pengelolaan yang rapi menjadi kunci. Pemerintah Desa Sitiluhur terus menjaga kebersihan dan pelayanan agar pengunjung merasa nyaman. Kepala desa, Suyuti, menyebut wisata ini bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga sumber penggerak ekonomi warga.

Selama libur Lebaran, kawasan ini buka dari pagi hingga malam, memberi ruang lebih luas bagi wisatawan untuk menikmati waktu bersama keluarga. Harapannya, lonjakan pengunjung tak hanya terjadi saat musim liburan, tetapi terus berlanjut sebagai bagian dari geliat wisata lokal.

Di Sitiluhur Park, Lebaran bukan sekadar pulang kampung. Ia menjelma menjadi momen berbagi kebahagiaan, tawa, dan kenangan—di tengah alam yang bersahabat.

Berita terkait

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi Berduka, Kepala Dinas Kominfoss H. Doni Aprialdi Tutup Usia

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi Berduka, Kepala Dinas Kominfoss H. Doni Aprialdi Tutup Usia

Teluk Kuantan-Spektroom: Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfoss) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Doni Aprialdi, SH, MH, meninggal dunia pada Selasa (30/6/2026) pukul 17.30 WIB di Pekanbaru. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat, rekan

Salman Nurmin, Buang Supeno
Pelindo Tanam 2.500 Pohon di TPA Basirih, Perkuat Komitmen ESG dan Pelestarian Lingkungan

Pelindo Tanam 2.500 Pohon di TPA Basirih, Perkuat Komitmen ESG dan Pelestarian Lingkungan

Banjarmasin–Spektroom : PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan menanam 2.500 bibit pohon di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih, Kota Banjarmasin, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Aksi penghijauan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental,

Junaidi, Buang Supeno
Buruh Desak Pemerintah Segera Jalankan PBI BPJS Ketenagakerjaan, 20 Juta Pekerja Miskin Dinilai Terabaikan

Buruh Desak Pemerintah Segera Jalankan PBI BPJS Ketenagakerjaan, 20 Juta Pekerja Miskin Dinilai Terabaikan

Jakarta - Spektroom : Sejumlah konfederasi dan federasi serikat buruh mendesak pemerintah segera merealisasikan Program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja miskin dan tidak mampu. Mereka menilai jutaan pekerja sektor informal hingga kini belum memperoleh perlindungan negara, meski regulasi yang mengaturnya telah tersedia. Desakan tersebut disampaikan dalam konferensi

Irvan Idris Saleh, Buang Supeno