Sleman Lolos Nominasi Anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO

Sleman Lolos Nominasi Anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO
Bupati Sleman Harda Kiswaya memberi keterangan bahwa Kabupaten Sleman masuk jejaring Kota Kreatif UNESCO atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN)Tahun 2027 di bidang perfilman. Jumat(21/8/2026) Foto: Fatmawati

Sleman-Spektroom : Kabupaten Sleman kini semakin mantap menapakkan langkah di kancah global. Daerah ini lolos seleksi nasional tahap kedua untuk pengusulan nominasi anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN) Tahun 2027 di bidang perfilman. Keberhasilan ini menjadi babak baru yang sangat membanggakan bagi seluruh masyarakat Sleman dalam mengangkat potensi ekonomi kreatif lokal ke panggung dunia. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam jumpa persnya di Ruang Rapat Parasamya Kantor Bupati Sleman, Jumat (21/8/2026).

Bupati menyebutkan Pemerintah Kabupaten Sleman memandang sektor film, animasi, dan video bukan sekadar karya seni semata. Lebih dari itu, sektor ini menjadi strategi utama dalam pembangunan ekonomi daerah secara menyeluruh. Dijelaskan bahwa lompatan besar ini berawal dari prestasi perencanaan daerah yang sukses masuk lima besar nasional serta prestasi di tingkat Provinsi DIY. Dorongan inovasi berkelanjutan serta perbincangan langsung dengan Menteri Ekonomi Kreatif semakin memantapkan langkah Sleman untuk menggarap potensi besar ini.

"Film, animasi, dan video adalah bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang dapat menggerakkan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pariwisata, melestarikan budaya, sekaligus membangun citra and daya saing daerah," ujar Bupati Harda Kiswaya.

Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui berbagai program strategis yang terukur. Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada keterlibatan generasi muda, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui Program Sleman Pintar periode 2022 sampai 2025, anggaran lebih dari Rp13,5 miliar telah dialokasikan. Program ini sukses melibatkan hampir 500 lulusan SLTA untuk mendapatkan pendidikan khusus di bidang film, animasi, dan video.

"Kami ingin anak-anak Sleman tidak hanya menjadi penonton, tapi juga memiliki kesempatan untuk menjadi pencipta, pekerja kreatif, animator, pembuat film, and pelaku industri kreatif," tambah Harda Kiswaya.

Sementara Sekretaris Daerah Sleman, Abu Bakar, memaparkan data konkret mengenai infrastruktur and komunitas pendukung yang ada di wilayahnya. Infrastruktur pendukung juga terus diperkuat melalui pengoptimalan Studio Alam Gamplong, Sleman Creative Space di Taman Kuliner Caturtunggal, Taman Budaya Sleman, serta wacana pembentukan Komisi Film Daerah (Regional Film Commission) guna mempermudah iklim investasi dan produksi.

"Di luar data terdaftar, ada banyak pekerja kreatif lepas (freelance) yang bergerak di bidang animasi dan video di kawasan pusat pendidikan seperti Depok dan Condongcatur," kata Abu Bakar.

Abu menambahkan kawasan Sleman juga telah menjadi langganan lokasi syuting berbagai film layar lebar nasional, seperti "Bumi Manusia", "Ada Apa dengan Cinta? 2", dan "KKN di Desa Penari", serta menjadi tuan rumah ajang film internasional Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF).

"Melalui ketersediaan infrastruktur, SDM terdidik, dan dukungan regulasi, Pemkab Sleman optimistis dapat lolos pada tahapan seleksi UCCN berikutnya dan memantapkan posisi Sleman sebagai kota film berkelas dunia," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Edy Winarya menyampaikan Sleman telah ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Subsektor film, Animasi, dan Video sejak 2023 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 102/DI/0100/MK/2023.

Berita terkait

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Jakarta-Spektroom : Gemuruh pertandingan di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada akhir Agustus lalu menjadi saksi perjuangan para atlet muda dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Di tengah persaingan karate yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah, lima mahasiswa UMJ tampil gemilang. Mereka bukan sekadar ikut bertanding, tetapi pulang membawa lima gelar Juara

Irvan Idris Saleh, Julianto