SMA Negeri 12 Ambon Mewakili Maluku di Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI

SMA Negeri 12 Ambon Mewakili Maluku di Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI
Kepala SMA Negeri 12 Ambon, Dorthea Adriaansz, S.Pd saat menerima Spektroom di ruang kerjanya. (Foto: Eva. M)

Spektroom – SMA Negeri 12 Ambon kembali mencatat prestasi membanggakan. Untuk kelima kalinya, sekolah ini dipercaya mewakili Provinsi Maluku dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tahun 2025 yang digelar di Gedung MPR RI, Jakarta.

Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Ambon, Dorthea Adriaansz, S. Pd. saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/11/2025), mengatakan, lomba ini diikuti oleh peserta dari 38 provinsi di seluruh Indonesia, dan akan memperebutkan juara 1 hingga juara 4 nasional.

“Tahun ini kami kembali mewakili Maluku setelah menjadi juara pertama pada seleksi tingkat kota dan provinsi. Kami bersyukur atas capaian ini dan terus berupaya agar anak-anak tampil maksimal di tingkat nasional,” ujar Dorthea Adriaansz.

Siswa siswi SMA 12 sebanyak 10 orang bersama guru pendamping yang akan mengikuti Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tahun 2025 yang digelar di Gedung MPR RI, Jakarta.foto Eva.

Sejak ditetapkan sebagai wakil Maluku pada Juli lalu, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan secara intensif.
Menurut Dorthea, para peserta yang terdiri dari siswa kelas XI dan XII menjalani latihan setiap hari setelah jam pelajaran reguler.

“Mereka belajar reguler pada pagi hari. Setelah jam 1 siang tidak langsung pulang, tapi disiapkan makan siang di sekolah dan lanjut berlatih. Mereka dibimbing oleh guru PKN, alumni berprestasi, dan juga narasumber dari luar sekolah,” jelasnya.

Para siswa dibekali materi 4 Pilar MPR RI yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Selain penguasaan materi, mereka juga dilatih karakter, kemampuan berbicara, dan seni yang akan ditampilkan sebagai ciri khas Maluku di ajang nasional nanti. Jadi anak-anak ini benar-benar ditempa dari segi pengetahuan, karakter, dan kesiapan mental,” ungkapnya.

Dalam mendukung keberangkatan ke Jakarta, sekolah menyiapkan berbagai kebutuhan, untuk dana BOS tidak di gunakan karena tidak termasuk program Kementerian Pendidikan, sehingga sekolah mencari solusi lain.

​Lebih lanjut dikatakan, Pihak sekolah telah menyurati berbagai pihak, termasuk Ketua DPRD Provinsi Maluku, guna memohon dukungan dan motivasi bagi peserta dan adanya balasan dari Sekretaris Dewan, dengan Memberikan komfirmasi, sebelum keberangkatan nanti, akan ada pertemuan untuk memotivasi mereka. (EM)

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс