Sosok Perempuan Infrastruktur Penerima Kartini Award dari AMKI

Sosok Perempuan Infrastruktur Penerima Kartini Award dari AMKI
Wamen PU Diana Kusumastuty (/foto:/intagram)

Jakarta - Spektroom : Ir. Diana Kusumastuti, M.T., Wakil Menteri Pekerjaan Umum, menerima penghargaan Kartini Award dari Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI)pada Rabu sore, 29 April 2026.

Panitia AMKI Kartini Award memilih Wamen PU sebagai “Kartini Infrastruktur yang Menjembatani Karya dan Kemanusiaan”/dengan kategori Penggerak Infrastruktur Berkelanjutan.

Lulusan Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro ini menapaki karir dari pegawai negeri sipil hingga ke panggung pengabdian nasional sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum. Ia meniti jalan dengan ketekunan, integritas, dan keberanian menerima tantangan lintas bidang.

Saat menerima Kartini Award AMKI dr Ketua Umum AMKI

Bagi Diana, infrastruktur bukan sekadar beton dan aspal. “Setiap jembatan yang kita bangun harus menyambungkan akses ekonomi. Setiap rumah susun yang kita tata harus memuliakan manusia,” begitu prinsip yang ia pegang. Tak heran, saat menangani program penataan kawasan kumuh, ia selalu turun langsung berdialog dengan warga. Ia percaya, mendengar keluhan ibu-ibu di pinggir kali sama pentingnya dengan membaca _blueprint_ di meja rapat.

Tantangan terbesar justru datang saat pandemi Covid-19. Sebagai Dirjen Cipta Karya, Diana ditugaskan membangun rumah sakit darurat dan fasilitas isolasi di berbagai daerah. “Waktu itu tidak ada kamus libur. Tim bekerja 24 jam, bergantian. Saya ingat betul, kami harus putar otak agar RS Wisma Atlet bisa selesai dalam hitungan hari. Karena setiap jam yang lewat, berarti nyawa,” kenangnya. Keberhasilan itu yang kemudian mengukuhkan namanya sebagai birokrat lapangan yang tak hanya piawai di perencanaan, tapi juga eksekusi.

Perempuan kelahiran Surakarta itu tak hanya menorehkan kiprah sebagai birokrat senior, tetapi juga sebagai arsitek kebijakan dan pembangunan yang menghadirkan wajah infrastruktur berkelanjutan dan berkeadilan. Jejaknya ada pada penataan kawasan perbatasan dengan sentuhan kearifan lokal, revitalisasi bangunan bersejarah, hingga pembangunan fasilitas kesehatan darurat di masa pandemi yang diselesaikan dengan kecepatan dan ketepatan luar biasa.

Di  IKN, Diana kembali mendapat mandat berat: memastikan pembangunan ibu kota baru berjalan inklusif dan ramah lingkungan. “IKN bukan proyek mercusuar. Ini tentang membangun peradaban. Air bersih, sanitasi, hunian layak harus bisa diakses semua, bukan hanya segelintir orang,” tegasnya. Ia kerap terlihat meninjau _batching plant_ dan hunian pekerja konstruksi, memastikan standar keselamatan dan kesejahteraan terpenuhi. Baginya, infrastruktur berkelanjutan artinya tak meninggalkan siapa pun di belakang.

Berbekal pengalaman panjang di Kementerian PUPR sejak 1993, kepemimpinannya teruji dalam proyek-proyek strategis nasional.  penyelenggaraan ajang internasional. Di balik capaian itu, ia tetap menjejak pada nilai keluarga dan kebersamaan sebagai sumber energi pengabdian.

Di balik sosoknya yang tegas di lapangan, Diana adalah ibu dan istri yang menempatkan keluarga sebagai “rumah untuk pulang”. Ia mengaku, dukungan suami dan anak-anaknya menjadi bahan bakar saat tugas negara menuntutnya bekerja tanpa jam kerja. “Kalau pulang dinas malam, anak saya suka nyelipin surat kecil di meja: ‘Semangat ya, Bu. Jangan lupa makan’. Hal-hal sederhana itu yang bikin saya kuat,” ceritanya. Bagi Diana, menjadi Kartini masa kini berarti mampu menyeimbangkan pengabdian pada bangsa tanpa kehilangan kehangatan di rumah.

Dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024, Diana menghadirkan teladan kepemimpinan perempuan yang tangguh, adaptif, dan solutif. Satu sosok Kartini masa kini yang membangun negeri dengan karya nyata dan hati yang menyala.

Penampilan sederhana dengan kacamata baca yang kerap bertengger di kepala menjadi ciri khasnya. Diana adalah sosok perempuan lapangan yang tak takut terik matahari saat meninjau proyek. Ia rela melupakan sejenak _skincare_ karena diburu tugas.

Ia pernah menjabat Direktur Jenderal Cipta Karya di era Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Era itu menuntut insan PU bekerja _“rock n roll”_: cepat, tepat, dengan hasil memuaskan. Menurutnya, jabatan Dirjen Cipta Karya adalah tugas paling berat karena tanggung jawabnya besar.

Di ujung karir birokrasinya, di bawah kepemimpinan Menteri PU Dody Hanggodo, Diana terus mendampingi dengan kerja yang konsisten. “Tugas sebagai Wamen juga berat, tetapi tidak seberat sewaktu menjadi Dirjen. Kerja sudah menjadi rutinitas dan tanggung jawab,” ujarnya.

Dahulu, Ditjen Cipta Karya tidak sepopuler Ditjen Bina Marga maupun Sumber Daya Air. Namun, sejak kepemimpinan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, kinerja Cipta Karya melesat dan menjadi sorotan seperti sekarang ini.

Berita terkait

Pemprov Kepri Kucurkan Dana Hibah Rp5,2 M untuk  Sukseskan Porprov Kepri ke-VI tahun 2026 di Kota Tanjungpinang

Pemprov Kepri Kucurkan Dana Hibah Rp5,2 M untuk Sukseskan Porprov Kepri ke-VI tahun 2026 di Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang-Spektroom : Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) ke-VI tahun 2026 menurut rencana akan dilaksanakan tanggal 9 September 2026 di Kota Tanjungpinang sebagai Tuan Rumah. Berbagai persiapan sudah dilakukan panitia penyelenggaraan olahraga empat tahunan ini termasuk sudah diluncurkannya Maskot Porprov Kepri ke-VI tahun 2026 yang diberi nama “Hang Bilang”. Guna

Desmawati, Rafles
Wakapolda Sumbar Instruksikan Polisi Berubah Menjadi Pelayan, Masyarakat Dianggap Sebagai Keluarga

Wakapolda Sumbar Instruksikan Polisi Berubah Menjadi Pelayan, Masyarakat Dianggap Sebagai Keluarga

Padang-Spektroom : Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Brigjen Pol Solihin, memimpin langsung apel kesiapan kontingen Operasi Aman Nusa I Tahun 2026 di Lapangan Apel Markas Besar Polda Sumbar, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memastikan kesiapan personel guna menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran situasi wilayah, khususnya dalam

Wiza Andrita, Rafles