SPAM Mamminasata Tahap I Sulsel Siap Layani 40.000 Sambungan Rumah
Jakarta -Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur utama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata Tahap 1 di Provinsi Sulawesi Selatan. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 500 liter/detik telah selesai 100% dan siap untuk mendukung layanan air minum bagi 40.000 Sambungan Rumah (SR) atau setara 200.000 jiwa di Kota Makassar serta Kabupaten Maros, Gowa, dan Takalar.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan SPAM merupakan infrastruktur dasar. “SPAM bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bukti nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” kata Menteri Dody di Jakarta, Selasa ( 8/9/2026).

Pembangunan Tahap 1 mencakup koneksi air baku, IPA beton 500 liter/detik, reservoir kapasitas 6.000 m³, serta sistem mekanikal, elektrikal, instrumentasi dan SCADA.
SPAM Regional Mamminasata memanfaatkan sumber air baku dari Bendungan Bili-Bili dengan kapasitas total 1.000 liter/detik. Suplai air baku selanjutnya diolah pada IPA sebelum disalurkan sebagai air curah menuju sejumlah titik offtake di wilayah Mamminasata.
Pembangunan IPA Tahap I dilaksanakan dengan dukungan APBN dengan nilai investasi sebesar Rp153,1 miliar untuk sistem produksi dan Rp160,6 miliar untuk jaringan pipa transmisi air curah.

SPAM Regional Mamminasata juga menggunakan teknologi High Rate Plate Settler pada proses sedimentasi serta sistem Anti Water Hammer menggunakan Surge Anticipating Valve untuk meningkatkan perlindungan dan keandalan sistem pompa. Untuk mendukung pengoperasian secara terintegrasi, IPA juga dilengkapi sistem SCADA yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian proses pengolahan, pompa distribusi, reservoir, debit air baku dan air olahan, serta kondisi sistem pada titik offtake secara terpusat.
Dengan selesainya pembangunan infrastruktur utama Tahap I, Kementerian PU selanjutnya mendorong agar sistem yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan secara optimal melalui kesiapan aspek pengelolaan dan pelayanan di daerah. Keberhasilan SPAM Regional Mamminasata tidak hanya ditentukan oleh tersedianya instalasi pengolahan dan jaringan transmisi, tetapi juga oleh kesiapan keseluruhan ekosistem pelayanan, mulai dari kelembagaan pengelola, operasional, jaringan sistem hilir, hingga penyerapan air curah oleh masing-masing wilayah pelayanan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah membentuk UPTD SPAM Regional Mamminasata sebagai lembaga yang akan menjalankan fungsi pengelolaan sistem regional. Selanjutnya, kesiapan organisasi, operator, tata kelola, serta perangkat operasional menjadi bagian penting dalam memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan pelayanan secara optimal.
.