PAD Kota Batam Tahun Anggaran 2026 Didominasi Sektor Pajak Daerah

PAD Kota Batam Tahun Anggaran 2026 Didominasi Sektor Pajak Daerah
Walikota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra. (Foto: Diskominfo)

Batam–Spektroom : Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam pada APBD Perubahan tahun 2026 ditargetkan mencapai Rp 2,58 triliun. Angka tersebut menjadi penopang total pendapatan dan belanja daerah sebesar Rp 4,18 triliun.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan besarnya kontribusi PAD menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi daerah memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas fiskal Kota Batam.

“PAD menjadi kekuatan penting dalam menopang pendapatan daerah. Ini juga menunjukkan aktivitas ekonomi di Batam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan,” ujar Amsakar, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan, PAD tersebut antara lain berasal dari pajak daerah sebesar Rp2,099 triliun. Penerimaan itu bersumber dari berbagai jenis pajak, yakni pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, mineral bukan logam dan batuan, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Selain pajak daerah, PAD juga bersumber dari retribusi daerah yang mencapai Rp305,19 miliar. Retribusi tersebut meliputi retribusi jasa umum, jasa usaha, dan perizinan tertentu.

Menurut Amsakar, Pemko Batam melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terus mengoptimalkan berbagai potensi pendapatan. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat pengelolaan pajak dan retribusi tanpa mengabaikan iklim usaha serta kemudahan berinvestasi di Batam.

“Yang kita dorong adalah optimalisasi potensi ekonomi daerah. Penerimaan tersebut pada akhirnya digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan yang manfaatnya kembali kepada masyarakat,” katanya.

Wako Amsakar di damping Wakil Wako Li Claudia Chandra di temui awak media. (Foto: Diskominfo)

Untuk meningkatkan PAD, Pemko Batam mengedepankan optimalisasi penerimaan tanpa membebani masyarakat dan dunia usaha melalui kenaikan tarif sejumlah objek pajak.

Strategi yang dilakukan antara lain melalui digitalisasi perpajakan, pemutakhiran data objek pajak, intensifikasi pajak secara terukur, serta optimalisasi piutang BPHTB dan potensi pajak reklame, termasuk melalui penataan reklame dengan videotron.

Dengan karakter Batam sebagai kota jasa, pariwisata, perdagangan, dan industri, pajak daerah masih menjadi salah satu tumpuan utama PAD.

“Karena itu, pemerintah terus memperluas basis penerimaan dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak dengan tetap menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi Kota Batam,” tutupnya. 

Berita terkait

JHL Foundation Siapkan Bantuan Tahap II, Sekolah dan Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores Jadi Sasaran

JHL Foundation Siapkan Bantuan Tahap II, Sekolah dan Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores Jadi Sasaran

Jakarta – Spektroom: JHL Foundation bersama JHL Merah Putih Kasih, Forum Persaudaraan Anak Bangsa, dan Media Merah Putih News kembali bergerak membantu warga terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Memasuki lebih dari dua pekan pascabencana, bantuan tahap kedua kini difokuskan pada pemulihan sekolah dan rumah ibadah yang mengalami kerusakan. Jika

Irvan Idris Saleh, Buang Supeno
Gubernur Mahyeldi Tekankan Literasi Tak Sekadar Membaca, Generasi Muda Harus Jadi Pencipta Karya

Gubernur Mahyeldi Tekankan Literasi Tak Sekadar Membaca, Generasi Muda Harus Jadi Pencipta Karya

Padang-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menegaskan literasi harus menjadi kekuatan untuk membangun generasi muda yang berpengetahuan, berbudaya, sekaligus peduli terhadap lingkungan. Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Festival Literasi Daerah Tingkat Provinsi Sumbar 2026 di Padang, Selasa (8/9/2026). Menurut Mahyeldi, literasi tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan

Diah Utami, Buang Supeno