Trending

JHL Foundation Siapkan Bantuan Tahap II, Sekolah dan Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores Jadi Sasaran

JHL Foundation Siapkan Bantuan Tahap II, Sekolah dan Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores Jadi Sasaran
Dampak gempa, kondisi saat ini, warga Flores bernaung dibawah tenda pengungsian. (Foto: Humas).

Jakarta-Spektroom : JHL Foundation bersama JHL Merah Putih Kasih, Forum Persaudaraan Anak Bangsa, dan Media Merah Putih News kembali bergerak membantu warga terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Memasuki lebih dari dua pekan pascabencana, bantuan tahap kedua kini difokuskan pada pemulihan sekolah dan rumah ibadah yang mengalami kerusakan.

Jika bantuan tahap pertama diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, bantuan kali ini menyasar kebutuhan recovery atau pemulihan pascagempa. Material bangunan menjadi bantuan utama yang disiapkan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan dan rumah ibadah.

Selain material bangunan, JHL Foundation juga menyiapkan alat-alat tulis bagi anak-anak sekolah yang terdampak gempa.

Koordinator Relawan JHL Foundation, Eduardus Mbete, mengatakan penyaluran bantuan tahap kedua akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, relawan masih melakukan pendataan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.

“Tim relawan kami masih di lapangan untuk mengidentifikasi gedung-gedung sekolah maupun rumah ibadah yang layak mendapat bantuan,” kata Eduardus Mbete melalui rilis berita, Selasa (8/9/2026).

Puluhan Sekolah dan Rumah Ibadah Masuk Pendataan

Hasil pendataan sementara menunjukkan kebutuhan pemulihan pascagempa tersebar di sejumlah wilayah Manggarai Raya.

Di Manggarai Barat, relawan menemukan lima tempat ibadah dan satu sekolah yang membutuhkan bantuan. Sementara di Manggarai Timur, terdapat empat rumah ibadah yang masuk dalam pendataan.

Kebutuhan paling banyak ditemukan di Kabupaten Manggarai. Sebanyak 35 tempat ibadah dan 15 sekolah tercatat dalam daftar hasil pendataan awal relawan.

Data tersebut masih menjadi bagian dari proses identifikasi lapangan untuk menentukan fasilitas yang menjadi prioritas penerima bantuan.

Menurut Eduardus, pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti ketika masa tanggap darurat selesai. Keberadaan fasilitas publik yang kembali berfungsi dinilai penting untuk membantu masyarakat memulihkan kehidupan mereka.

JHL Foundation Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih, Jerry Hermawan Lo, meminta relawan memastikan seluruh bantuan disalurkan secara tepat sasaran.

“Kehadiran JHL Foundation untuk membantu korban harus tuntas, baik pada masa tanggap darurat bencana maupun masa recovery (pemulihan),” ujarnya.

Sebelumnya, relawan JHL Foundation yang berposko di Ruteng telah menyisir wilayah Manggarai Raya selama dua pekan.

Pada tahap pertama, relawan menyalurkan 932 paket sembako, 200 lembar selimut, 94 tikar, 17 terpal, 25 dus air mineral, serta 65 pack susu SGM.

Bantuan tersebut telah menjangkau warga di 42 desa.

Penyisiran wilayah dilakukan untuk memastikan bantuan tidak hanya terpusat di kawasan yang mudah dijangkau, tetapi juga sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Kini, arah bantuan mulai bergeser dari pemenuhan kebutuhan darurat menuju pemulihan pascagempa Flores.

Dari sembako untuk bertahan hidup, bantuan berikutnya diarahkan pada material untuk membangun kembali sekolah dan rumah ibadah. Langkah tersebut diharapkan ikut mempercepat proses pemulihan masyarakat Flores setelah bencana.

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles