Perempuan Kuasai 70 Persen UMKM Kalbar, IWAPI Bidik Pasar Internasional

Perempuan Kuasai 70 Persen UMKM Kalbar, IWAPI Bidik Pasar Internasional
Dari dapur produksi rumahan, kios kecil, hingga industri kreatif berskala menengah IWAPI DPD Kalbar bidik pasar Internasional. Foto: Apolo/Spektroom .

Pontianak- Spektroom :Perempuan menjadi salah satu kekuatan utama penggerak perekonomian Kalimantan Barat. Sekitar 70 persen pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di provinsi tersebut merupakan perempuan.

Besarnya kontribusi perempuan dalam sektor UMKM mendorong Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II IWAPI Kalimantan Barat yang digelar di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (8/9/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, mengatakan dominasi perempuan dalam sektor UMKM merupakan potensi besar yang harus terus diperkuat.

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting sebagai penyangga perekonomian masyarakat Kalimantan Barat. Keberadaan sektor tersebut juga dinilai mampu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat ketika menghadapi berbagai tantangan.

“Sebagian besar ekonomi Kalimantan Barat ditopang oleh UMKM, dan sekitar 70 persen pelaku UMKM-nya perempuan. Ini potensi yang harus terus kita dorong,” ujarnya.

Heronimus menilai besarnya keterlibatan perempuan dalam UMKM menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam aktivitas ekonomi keluarga, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

Para pelaku usaha perempuan Kalbar selama ini bergerak di berbagai sektor. Mulai dari kuliner, kerajinan tangan, fesyen, produk kreatif, hingga hasil olahan pertanian.

Namun, tantangan yang dihadapi tidak berhenti pada bagaimana mendorong perempuan untuk memulai usaha. Persoalan berikutnya adalah bagaimana usaha tersebut berkembang, memiliki daya saing dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

IWAPI Dorong Pelaku Usaha Perempuan Naik Kelas

Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi mengatakan pelaku UMKM perempuan harus mulai melakukan transformasi dalam mengelola usaha.

Menurutnya, persaingan dunia usaha saat ini menuntut pelaku UMKM tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola bisnis secara profesional.

“Perempuan UMKM di bawah bendera IWAPI harus naik kelas. Mulai dari pengelolaan keuangan, menjaga kualitas produk, packaging, sampai melihat kebutuhan dan peluang usaha yang ada,” kata Nita.

Ia menjelaskan, pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat. Pelaku usaha harus mampu memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga serta memahami arus kas agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Selain itu, kualitas produk dan kemasan juga menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan.

Kemasan yang menarik, kualitas yang konsisten dan kemampuan membaca kebutuhan pasar akan menentukan sejauh mana sebuah produk UMKM dapat diterima konsumen.

Nita juga mendorong pelaku UMKM perempuan untuk lebih adaptif terhadap perubahan tren dan kebutuhan pasar.

Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di luar daerah hingga mancanegara.

Berbatasan dengan Malaysia, Peluang Pasar Internasional Terbuka

Kalimantan Barat memiliki keuntungan geografis karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Kondisi tersebut menjadi peluang strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pemasaran hingga pasar internasional.

Peluang itu mulai dimanfaatkan melalui keikutsertaan sejumlah produk UMKM Kalbar dalam pameran di Kuching, Sarawak.

Berbagai produk lokal diperkenalkan kepada pasar luar negeri, mulai dari olahan kelapa, kerajinan, furnitur hingga kuliner khas daerah.

Keikutsertaan dalam pameran internasional tersebut dinilai menjadi salah satu pintu masuk bagi produk UMKM Kalbar untuk mengenal karakter konsumen luar negeri sekaligus membuka jejaring bisnis baru.

Bagi pelaku UMKM perempuan, akses pasar internasional juga menjadi momentum untuk meningkatkan standar produk sehingga mampu bersaing dengan produk dari daerah maupun negara lain.

Fokus IWAPI Perkuat Kualitas dan Akses Pasar

Ketua DPD IWAPI Kalbar Oktavia mengatakan penguatan kualitas produk dan akses pasar menjadi fokus utama organisasi ke depan.

IWAPI akan mendorong pelaku usaha perempuan melalui berbagai program, seperti pelatihan, expo dan promosi.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola usaha sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Menurutnya, pengembangan UMKM perempuan harus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak cukup hanya memberikan pelatihan produksi, tetapi juga perlu diikuti dengan pendampingan manajemen, pemasaran dan penguatan jejaring usaha.

Dengan jumlah pelaku UMKM perempuan yang mencapai sekitar 70 persen, perempuan memiliki posisi strategis dalam memperkuat perekonomian Kalimantan Barat.

Dari dapur produksi rumahan, kios kecil hingga industri kreatif berskala menengah, usaha yang dikelola perempuan kini didorong untuk berkembang menjadi bisnis yang lebih profesional dan berdaya saing.

Penguatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperluas kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Dari Rakerda II IWAPI Kalbar di Pontianak, pesan tersebut kembali ditegaskan: perempuan bukan sekadar pelaku UMKM, tetapi merupakan salah satu kekuatan ekonomi daerah yang berpotensi membawa produk lokal Kalimantan Barat menembus pasar global.

Berita terkait

Pemkab Pasaman Barat Matangkan Persiapan Lahan 6,5 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemkab Pasaman Barat Matangkan Persiapan Lahan 6,5 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

Pasaman Barat-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat. Setelah memenuhi persyaratan administrasi Readiness Criteria (RC) dan mendapat persetujuan dari kementerian, Pemkab Pasbar kini memasuki tahap persiapan teknis berupa pematangan lahan seluas 6,5 hektare di UPT Benih Dinas Perkebunan dan Peternakan, Selasa (8/9/2026). Peninjauan

Rafles
Komisi A DPRD DKI Sentil Pemprov: Jangan Tunggu Kuota ASN, Kekurangan Guru Harus Segera Diatasi!

Komisi A DPRD DKI Sentil Pemprov: Jangan Tunggu Kuota ASN, Kekurangan Guru Harus Segera Diatasi!

Jakarta — Spektroom : Komisi A DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak berlama-lama menunggu terbukanya kuota aparatur sipil negara (ASN) untuk mengatasi kekurangan guru di sejumlah sekolah. Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, mendorong Pemprov DKI membuka jalur tenaga pendidik non-ASN sebagai langkah alternatif

Irvan Idris Saleh, Buang Supeno