DPRD DKI Desak Revitalisasi Pasar Tak Sekadar Percantik Bangunan
Jakarta — Spektroom : DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengubah pendekatan dalam revitalisasi pasar tradisional. Perbaikan fisik pasar dinilai tidak cukup jika tidak diikuti strategi untuk menghidupkan aktivitas perdagangan dan mendatangkan pengunjung.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harvian Paloh, menilai kondisi Pasar Pondok Labu yang masih sepi pengunjung menjadi salah satu gambaran bahwa revitalisasi tidak boleh berhenti pada pembenahan bangunan dan fasilitas.
Menurut Nova, pasar yang telah direvitalisasi harus memiliki konsep perdagangan yang mampu menarik masyarakat. Tanpa aktivitas ekonomi yang kuat, bangunan pasar yang telah diperbaiki berisiko kembali sepi.
"Pasar itu tergantung isinya. Kalau revitalisasi sudah bagus tapi tidak ada pengunjung percuma," ujar Nova, Selasa (8/9/2026).
Karena itu, DPRD DKI mendorong Pemprov DKI memanfaatkan program Jakpreneur untuk mengisi kios-kios kosong di pasar tradisional. Pelaku usaha yang telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dinilai dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi baru di dalam pasar.
Nova mengusulkan Pemprov DKI memberikan kesempatan kepada pelaku Jakpreneur untuk memulai usaha tanpa biaya sewa selama dua tahun. Skema tersebut diharapkan memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis sekaligus menciptakan daya tarik baru bagi pasar.
"Dengan demikian, program Jakpreneur tidak hanya mengejar jumlah peserta, tetapi juga menghasilkan pelaku usaha yang memiliki kemampuan dan ketahanan bisnis," ujarnya.
Selain itu, DPRD DKI juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi sebagai inkubator bisnis. Perguruan tinggi dinilai dapat memberikan pendampingan secara lebih komprehensif, mulai dari pengembangan produk, manajemen usaha, pemasaran hingga penguatan keberlanjutan bisnis.
Nova menilai kolaborasi antara Pemprov DKI, Jakpreneur dan perguruan tinggi dapat menjadi pola baru dalam mengembangkan pasar tradisional. Dengan demikian, pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi pelaku usaha baru.
"Jadi perlu kita konsepkan lagi beberapa pasar. Bagaimana pola-pola inkubator melalui Jakpreneur yang benar-benar membuat mereka punya keandalan dalam berbisnis," katanya.
DPRD DKI juga mendorong pasar tradisional lebih terbuka bagi generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif. Nova mencontohkan Pasar Santa yang mampu membangun daya tarik melalui konsep perdagangan yang lebih kreatif dan menghadirkan segmen pengunjung baru.
Menurutnya, konsep serupa dapat dikembangkan di pasar-pasar lainnya dengan menyesuaikan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.
Nova menegaskan, DPRD DKI ingin revitalisasi pasar memberikan hasil yang lebih konkret terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu, indikator keberhasilan revitalisasi tidak semestinya hanya dilihat dari kondisi bangunan yang semakin baik, tetapi juga dari meningkatnya aktivitas perdagangan dan jumlah pengunjung.
"Bagusin tempatnya tapi dalamnya tidak diisi dengan sesuatu yang menarik, ya percuma," tandasnya.