TNI Sisir Lahan Bekas Karhutla di Tengah Gelap Malam, Bara Api Diburu Sebelum Berkobar

TNI Sisir Lahan Bekas Karhutla di Tengah Gelap Malam, Bara Api Diburu Sebelum Berkobar
Siaga patroli malam Personil Koramil 1210-07/Air Besar landak Kalimantan Barat. Foto: Pen Ramil Air besar.

Landak - Spektroom : Di tengah gelap malam, sejumlah personel TNI menyusuri lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Jambu Tembawang, Desa Jambu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Selasa malam (8/9/2026).

Patroli dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersimpan di dalam tanah dan berpotensi kembali memicu kebakaran. Meski tidak terlihat kobaran maupun asap pekat, kawasan bekas terbakar tetap mendapat perhatian khusus.

Babinsa Koramil 1210-07/Air Besar Serka Munasar bersama empat personel Tim Satgas Karhutla Yonif TP 542/Arya Tadah menyisir kawasan tersebut menggunakan senter dan penerangan kendaraan.

Satu per satu bagian lahan diperiksa. Tanah yang menghitam akibat kebakaran sebelumnya menjadi titik perhatian petugas untuk memastikan tidak ada bara yang masih bertahan di bawah permukaan.

Patroli malam ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan karhutla di wilayah Kabupaten Landak. Langkah tersebut dilakukan mengingat ancaman kebakaran masih perlu diwaspadai selama musim kemarau.

Komandan Kodim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo mengatakan, kawasan yang pernah terbakar tidak boleh langsung dianggap aman setelah api berhasil dipadamkan.

Menurutnya, lahan bekas kebakaran memiliki potensi kembali terbakar sehingga pengawasan harus tetap dilakukan secara berkala.

“Pengawasan tidak boleh berhenti setelah api padam. Kawasan bekas kebakaran harus terus dipantau agar tidak kembali terbakar dan meluas,” kata Doni.

Ia menegaskan, kesiapsiagaan menjadi kunci dalam mencegah munculnya kembali titik api. Karena itu, personel di lapangan terus melakukan pemantauan, terutama di kawasan yang sebelumnya telah mengalami kebakaran.

Selain mengerahkan personel, Doni juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam mencegah karhutla. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya pembakaran yang berpotensi merembet ke lahan di sekitarnya.

Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Aparat dapat melakukan patroli dan penanganan, tetapi kesadaran masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah api muncul sejak awal.

Patroli yang berlangsung kurang dari satu jam itu tidak menemukan kobaran api di lokasi yang diperiksa. Personel kemudian kembali ke pos untuk melanjutkan kesiapsiagaan.

Patroli malam tersebut menjadi salah satu bentuk upaya TNI memastikan kawasan bekas karhutla tetap dalam pengawasan. Bara kecil yang tidak terdeteksi dapat menjadi ancaman apabila kembali menyala dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Di tengah ancaman karhutla yang masih membayangi Kalimantan Barat, langkah pencegahan dilakukan sedini mungkin agar api tidak kembali berkobar dan mengganggu lingkungan serta aktivitas masyarakat.

Berita terkait

Maluku Siaga Abu Vulkanik, Pemprov dan Polda Bergerak Antisipasi Gangguan Penerbangan hingga Kesehatan Warga

Maluku Siaga Abu Vulkanik, Pemprov dan Polda Bergerak Antisipasi Gangguan Penerbangan hingga Kesehatan Warga

Ambon - Spektroom: Pemerintah Provinsi Maluku bersama Polda Maluku menetapkan langkah antisipasi lebih dini menghadapi potensi sebaran abu vulkanik akibat erupsi sejumlah gunung api aktif di Indonesia. Ancaman terhadap kesehatan masyarakat, keselamatan penerbangan, hingga mobilitas warga menjadi fokus utama dalam penguatan koordinasi lintas sektor. Kesiapsiagaan itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi

Eva Moenandar, Buang Supeno