Sriboga Gandeng UNNES Perkuat Daya Saing UMKM melalui Edukasi dan Digitalisasi

Sriboga Gandeng UNNES Perkuat Daya Saing UMKM melalui Edukasi dan Digitalisasi
pembinaan UMKM akan lebih optimal jika melibatkan institusi pendidikan yang memiliki kompetensi dalam pengembangan sumber daya manusia dan bisnis. (Foto : Karindra).

Semarang – PT Sriboga Flour Mill menggandeng Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Sriboga Sharing Bisnis UMKM bertema Knowledge, Experience, dan Go Digital.

Kegiatan digelar di Ruang Prof. Soedartono, Gedung Dekanat Fakultas Teknik UNNES, Sekaran, Gunungpati, Selasa (28/7/2026), diikuti puluhan pelaku UMKM dari Semarang Raya dan sekitarnya.

General Manager Commercial PT Sriboga Flour Mill, Rike Sundari, mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas UMKM binaan agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Menurutnya, pembinaan UMKM akan lebih optimal jika melibatkan institusi pendidikan yang memiliki kompetensi dalam pengembangan sumber daya manusia dan bisnis.

Melalui kerja sama tersebut, para pelaku usaha tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga akses terhadap pengetahuan mengenai keamanan pangan, inovasi produk, manajemen usaha, pengelolaan keuangan, hingga digitalisasi bisnis.

Rike mengungkapkan, saat ini PT Sriboga Flour Mill telah membina sekitar 3.500 UMKM di berbagai daerah melalui beragam program pemberdayaan. Selain kegiatan Sharing Bisnis UMKM, perusahaan juga menyelenggarakan kelas lanjutan yang membahas manajemen keuangan, inovasi produk, dan strategi pengembangan usaha.

"Harapan kami semakin banyak UMKM kuliner mampu naik kelas melalui inovasi serta pengelolaan bisnis yang lebih baik," ujarnya.

Dekan Fakultas Teknik UNNES, Prof. Dr. Wirawan Sumbodo, M.T., menyambut baik kolaborasi tersebut karena sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, sinergi dengan dunia industri juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia menjelaskan, kerja sama tidak hanya mencakup pelatihan bagi UMKM, tetapi juga membuka peluang program magang mahasiswa, penyerapan lulusan, hingga pengembangan riset di bidang pengolahan pangan.

Fakultas Teknik UNNES juga melibatkan dosen dan mahasiswa dalam pendampingan UMKM melalui pelatihan, inovasi produk, pengembangan peralatan, serta peningkatan kualitas produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai keamanan pangan pada produk berbahan tepung terigu yang disampaikan dosen Fakultas Teknik UNNES, Dr. Ir. Siti Fathonah, M.Kes., serta sesi inspiratif dari pemilik Gotri Bakery, Prihatin, S.Sos.I., yang membagikan pengalaman membangun usaha.

Selain itu, Chef Rudi Nasrudin dari Sriboga Customer Center Semarang juga memberikan demonstrasi pembuatan Éclair dan Feuilletine Choco Banana Cake sebagai contoh inovasi produk berbasis tepung terigu yang dapat meningkatkan daya saing UMKM di pasar.

Kolaborasi ini diharapkan semakin mendorong pelaku UMKM berinovasi, memanfaatkan teknologi digital, dan membangun usaha yang lebih modern serta berkelanjutan.

Berita terkait

‎Sindikat Judol Bikin Markas di RI, Prof Hikmahanto: Blokir Saja Tak Cukup

‎Sindikat Judol Bikin Markas di RI, Prof Hikmahanto: Blokir Saja Tak Cukup

Jakarta-Spektroom : Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Profesor Hikmahanto Juwana, menyoroti peran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam menekan perputaran dana judi online (judol) di Indonesia. Ia menilai penegakan hukum harus dimaksimalkan agar pemberantasan judol semakin efektif. Hal itu disampaikan Prof Hikmahanto menanggapi data terbaru Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi

Rafles