Trending

SSB Mutiara Muda Runner-up Festival Timore Soccer School Fest 2026 Kategori Usia 10 Tahun

SSB Mutiara Muda Runner-up Festival Timore Soccer School Fest 2026 Kategori Usia 10 Tahun
SSB Mutiara Muda Usia 10 tahun Runner-up Festival Timore Soccer School Fest 2026 (Foto:Spektroom)

Tidore-Spektroom : Harapan SSB Mutiara Muda untuk meraih juara pertama Festival Timore Soccer School Fest 2026 kategori usia 10 tahun, pupus setelah kalah 1 - 2 oleh SSB Melanisti.

Ajang festival sepak bola usia dini yang berlangsung di Stadion Marimoi, Tidore, tanggal 21 – 27 Oktober 2026, mempertemukan tim SSB Mutiara Muda dan SSB Milanisti di partai final.

Sejak kick off babak pertama kedua tim bermain saling menyerang namun SSB Melanisti lebih dulu membuka kemenangan dan dibalas oleh SSB Mutiara Muda sehingga skor 1 - 1, namun pada menit terakhir SSB Melanisti menambah kemenangan menjadi 2 - 1 hingga pertandingan berakhir. Dengan tersebut SSB Mutiara Muda atas harus puas menjadi runner-up, dan belum dapat bersama tim usia 11 tahun yang meraih juara pertama.

Coach SSB Mutiara Muda, Rusli Tutuli, mengaku bangga atas perjuangan anak asuhnya, meskipun hanya meraih runner-up. Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses latihan dan kebersamaan seluruh tim.

“Meskipun meraih juara runner-up saya bangga karena ini merupakan hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah kebersamaan, kekompakan tim, dukungan orang tua, dan proses latihan yang selama ini kita jalani bersama,” ujar Rusli.

Ia menegaskan bahwa, pembinaan yang dilakukan dalam sepak bola usia dini tidak hanya semata meraih kemenangan dan mengejar trofi maupun medali, namun yang terpenting dapat membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas, serta mental pantang menyerah.

“Menjadi juara dua juga merupakan satu kebanggaan, tetapi yang terpenting dapat membentuk pemain yang disiplin, berkarakter, rendah hati, dan memiliki mental pantang menyerah adalah tujuan yang lebih besar,” tambahnya.

Sembilan pemain yang memperkuat skuad SSB Usia 10 yang meraih runner-up tersebut yakni Ravan sebagai penjaga gawang, Sultan, Dirga, Asraf, Fayakun, Azka, Zaburi, Maulana dan Farel.

Rusli berpesan kepada para pemain untuk tetap giat berlatih karena kekalahan merupakan kemenangan yang tertunda, sehingga harus tingkatkan latihan. Kepada orang tua ia juga mengapresiasi atas dukungan yang diberikan dan turut mengawal perkembangan anak-anak selama mengikuti festival.

Menurutnya, SSB Mutiara Muda tidak sekadar berorientasi pada gelar juara, tetapi juga berkomitmen melahirkan generasi pesepak bola yang berprestasi, berkarakter, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjaga persaudaraan di dalam maupun di luar lapangan.

Hasil yang diraih sebagai Runner-up ini diharapkan menjadi motivasi bagi para pemain muda untuk terus berkembang dan meraih pencapaian lebih besar, sekaligus mengharumkan nama klub, keluarga, daerah, dan bangsa.

Berita terkait

Tutup Festival Literasi Jeneponto 2026, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan: Apresiasi Kreativitas Anak Sejak Dini

Tutup Festival Literasi Jeneponto 2026, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan: Apresiasi Kreativitas Anak Sejak Dini

Jeneponto–Spektroom : Festival Literasi Jeneponto Tahun 2026 resmi ditutup oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Taufik, S.Sos., M.M., di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Kamis (29/10/2026). Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian festival yang berlangsung selama tiga hari, sejak 27 hingga 29 Oktober

Yahya Patta, Rafles
Pemulihan DAS Banjaran, Unsoed Dorong Perlindungan Sumber Air di Lereng Slamet

Pemulihan DAS Banjaran, Unsoed Dorong Perlindungan Sumber Air di Lereng Slamet

Banyumas-Spektroom : Kelestarian hutan di lereng Gunung Slamet menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan air dan mengurangi risiko bencana lingkungan di wilayah Banyumas. Karena itu, pemulihan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Banjaran perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Universitas Jenderal Soedirman

Bian Pamungkas