Stabilitas Harga Bahan Pokok Jadi Tumpuan Masyarakat Pertahankan Daya Beli

Stabilitas Harga Bahan Pokok Jadi Tumpuan Masyarakat Pertahankan Daya Beli
Flyer harga bahan pokok di kabupaten Lumajang. (foto diskominfo Lumajang)

Lumajang-Spektroom : Kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Lumajang menunjukkan situasi yang relatif terkendali hingga awal bulan Juni 2026. Stabilitas harga beras, minyak goreng, serta terjaganya pasokan LPG 3 kilogram menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok Jawa Timur (Siskaperbapo Jatim) yang dihimpun dari Pasar Baru Lumajang, Pasar Sukodono, dan Pasar Pasirian pada periode 27 Mei hingga 3 Juni 2026, sebagian besar kebutuhan pokok utama masyarakat tidak mengalami perubahan harga yang signifikan.

Harga beras medium tetap berada di angka Rp11.700 per kilogram, sedangkan beras premium justru mengalami penurunan tipis dari Rp14.500 menjadi Rp14.333 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng juga relatif stabil. Minyakita bertahan di angka Rp16.833 per liter, minyak goreng curah Rp18.666 per kilogram, dan minyak goreng kemasan premium Rp18.000 per liter.

Kondisi tersebut menjadi kabar positif bagi masyarakat karena beras dan minyak goreng merupakan komoditas yang paling banyak dikonsumsi rumah tangga dan memiliki pengaruh besar terhadap pengeluaran keluarga sehari-hari.

Di sisi lain, sejumlah komoditas hortikultura mengalami kenaikan harga. Cabe rawit merah naik dari Rp73.000 menjadi Rp76.333 per kilogram, cabe merah besar dari Rp40.666 menjadi Rp43.333 per kilogram, dan cabe merah keriting dari Rp40.333 menjadi Rp42.000 per kilogram.

Data yang sama juga menunjukkan stabilitas pada berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti telur ayam ras, gula, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, hingga aneka sayuran. Hal ini mengindikasikan bahwa pasokan pangan masyarakat Lumajang masih dalam kondisi terjaga.

Selain harga pangan, perhatian masyarakat menjelang Iduladha juga tertuju pada ketersediaan LPG 3 kilogram yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Menyadari potensi peningkatan konsumsi selama libur panjang Iduladha, Pertamina Patra Niaga menambah alokasi LPG 3 kilogram di Kabupaten Lumajang sebanyak 60.480 tabung atau setara 181 metrik ton, atau sekitar 150 persen dari kebutuhan harian normal yang rata-rata mencapai 40.296 tabung atau 121 metrik ton.

Pelaksana Harian Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Lumajang, Aksanul Inam, menjelaskan bahwa tambahan pasokan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat selama momentum Hari Raya Iduladha.

Menurutnya, konsumsi LPG 3 kilogram biasanya meningkat seiring aktivitas memasak daging kurban dalam jumlah besar serta berbagai kegiatan sosial dan keluarga yang lazim digelar masyarakat saat Iduladha.

“Pada saat Iduladha kebutuhan LPG memang meningkat karena masyarakat memasak daging kurban dalam jumlah besar. Selain itu juga banyak kegiatan hajatan seperti pernikahan, selamatan, maupun acara keluarga lainnya,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Aksanul memastikan hingga saat ini kondisi pasokan LPG 3 kilogram di Lumajang masih tergolong aman. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Pertamina juga melakukan langkah mitigasi dan pengawasan distribusi untuk memastikan LPG bersubsidi dapat diterima masyarakat yang berhak serta mencegah terjadinya penyimpangan di lapangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas kebutuhan dasar masyarakat. Sebab, bagi rumah tangga maupun pelaku usaha kecil, kepastian ketersediaan LPG memiliki pengaruh yang sama pentingnya dengan stabilitas harga pangan. (Yul/An-m)

Berita terkait

UIN Salatiga Benchmarking ke UIN Palangka Raya, Dalami Strategi Penjaminan Mutu dan Daya Saing Global

UIN Salatiga Benchmarking ke UIN Palangka Raya, Dalami Strategi Penjaminan Mutu dan Daya Saing Global

Palangka Raya-Spektroom: Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Salatiga melaksanakan kegiatan benchmarking ke UIN Palangka Raya, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk berbagi praktik baik (best practices) dalam pengelolaan program studi, penguatan sistem penjaminan mutu, pengembangan kurikulum, serta peningkatan daya saing global perguruan tinggi. Rombongan

Polin, Rafles
Pendidikan Nonformal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Apresiasi Kehadiran KATUMBA PAUD Bukittinggi

Pendidikan Nonformal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Apresiasi Kehadiran KATUMBA PAUD Bukittinggi

Bukitinggi-Spektroom : Launching Aplikasi KATUMBA (Kartu Tumbuh Kembang Anak PAUD) dan Perpustakaan Digital 7 KAIH Kota Bukittinggi digelar Rabu, 3 Juni 2026 di Lt. 1 Hall Kantor Balaikota Bukik Gulai Bancah Bukittinggi. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat PAUD, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal (PNFI)

Wiza Andrita, Rafles