Stafsus Kemenko Pangan dan Bupati Banyumas Bekali UMKM Pelatihan Keamanan Pangan Dukung Program MBG
Spektroom — Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mendorong pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal melalui peningkatan kapasitas dan kualitas produk pangan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan keamanan pangan bagi pelaku UMKM dalam pembuatan kudapan atau snack guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan ini digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas berkolaborasi dengan Baznas Banyumas selama dua hari, 11–12 Februari 2025, di Pendopo Si Panji Purwokerto, dengan melibatkan sedikitnya 180 peserta.
Staf Khusus Kemenko Bidang Pangan, Drs. Suhanto, MM, pada pembukaan pelatihan Senin (11/1/2026) menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Banyumas yang dinilai selaras dengan program pemerintah pusat. Ia menyebut kegiatan ini sebagai terobosan yang dapat menjadi model nasional.
“Kami akan terus memonitor, dan jika terbukti baik, bukan tidak mungkin ini akan dijadikan gerakan nasional,” tegasnya.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono pada kesempatan tersebut mengatakan pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teknis terkait keamanan pangan, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan tentang kebijakan pemenuhan gizi, mekanisme kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta peluang pengembangan UMKM dan industri rumahan pangan.
Ia berharap para peserta dapat menjadi agen informasi di wilayah masing-masing, sekaligus mendorong UMKM lokal agar lebih tertib, aman, dan berkualitas sehingga dapat berkolaborasi dengan SPPG dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
“Jika di kecamatan atau desa terdapat UMKM potensial, harus didorong agar kualitasnya meningkat dan mampu mendukung pemenuhan gizi anak,” ujar Sadewo
Ketua Bidang IV TP PKK Kabupaten Banyumas, Ny. Linawati Budhi Setiawan, menjelaskan pelatihan ini bertujuan mempersiapkan kader PKK dan organisasi lokal dalam mendukung rantai pasok program MBG, meningkatkan pemahaman standar keamanan pangan, serta memperkuat kompetensi kader dalam menyusun variasi menu kudapan yang bergizi dan aman.