Teluk Pambang Pulau Bengkalis Riau Jadi Bagian Konservasi Magrove Dunia

Teluk Pambang Pulau Bengkalis Riau Jadi Bagian Konservasi Magrove Dunia
Tim YAKN,Asean UKGTF dan kelompok Magrove LPDH Teluk Pambang. (Foto: Diskominfotik Bengkalis)

Spektroom - Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis Riau, mendapat perhatian dari para stakeholder konservasi mangrove nasional maupun internasional. Beragam dukungan pun masuk ke desa yang terletak di ujung timur Pulau Bengkalis yang berbatasan langsung dengan jiran tetangga Malaysia.

Keberhasilan program ini tentu tidak terlepas dukungan dan peran pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, serta komitmen LPHD Teluk Pambang, bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan masyarakat lokal melakukan perlindungan dan pemulihan ekosistem mangrove yang berkelanjutan.

"Kami hari ini sangat bangga dan bersyukur, karena kampung dan daerah kami menjadi bagian dari konservasi mangrove tingkat nasional dan dunia. Alhamdulilah ini semua berkat kerja keras kawan-kawan semua, terutama LPHD Teluk Pambang dan YKAN yang terus membimbing masyarakat kami, sehingga daerah kami semakin seksi di mata dunia," ungkap Camat Bantan diwakili Sekcam, Rizki Subagia Efendi, saat membuka kegiatan Pilot Project Visit Field for Asean pada Senin 9 Februari 2026, di LPHD Teluk Pambang.

Ditambahkan juga oleh Sekcam Bantan "Kami sangat senang sekali menyambut kehadiran rombongan ASEAN UK GTF ke tempat kami. Semoga kegiatan ini menambah lagi semangat para kelompok peduli mangrove di Desa Teluk Pambang," ungkapnya.

Tim Global Magrove Alliance Indonesia Chapter, saat menyusuri teluk Pambang Bengkalis. (Foto: Diskominfotik Bkls)

Mariski Nirwan, Manajer Senior Ketahanan Pesisir YKAN, mengatakan, hari ini rombongan dari tim ASEAN UK GTF ingin melakukan kajian dan pengumpulan informasi yang berhubungan dengan keanekaragaman hayati sosial dan ekonomi yang di Desa Teluk Pambang.

Kegiatan yang digelar sebagai lokakarya ini berupaya untuk mendukung penyempurnaan modul pelatihan kapasitas Asia Tenggara (ASEAN) Nature-based Solutions (NbS) dan Studi Kelayakan Inkubator. Mariski menambahkan, kunjungan lapangan dan lokakarya bertujuan untuk mengumpulkan data dan memberikan peningkatan kapasitas yang terarah serta penilaian kebutuhan yang komprehensif untuk proyek percontohan Desa Teluk Pambang.

Dengan berbagai potensi yang ada di Desa Teluk Pambang ini, lokakarya ini diharapkan dapat membantu menambah informasi tentang pengelolaan mangrove di tingkat nasional maupun global.

"Hari ini konsep kegiatan kita menggali, mengumpulkan informasi dan data yang valid dari masyarakat lokal di sini. Selain itu kita bersama tim akan melakukan peninjauan ke lapangan," ujarnya.

Mariski menjelaskan, ada berapa item dilakukan di lapangan, di antaranya mengumpulkan data keanekaragaman hayati, sosial-ekonomi, dan iklim proyek, mengumpulkan pengetahuan ekologi masyarakat adat dan tradisional.

Kegiatan ini meliputi penilaian (assessment) FPIC (free, prior, informed consent atau padiatapa [persetujuan bebas, awal, dan terinformasi]) dan GEDSI (gender, equality, sisability, and social inclusion) yang bertujuan untuk memastikan bahwa proyek pembangunan atau lingkungan menghormati hak-hak masyarakat adat/lokal serta inklusif terhadap perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Gabrielle Malcolm dari Southeast Asia Climate and Nature-based Solutions (SCeNe) Coalition mengatakan, SCeNe adalah koalisi organisasi yang mempercepat proyek perlindungan, pemulihan, dan pengelolaan ekosistem (hutan/pesisir) di Asia Tenggara. Gabrielle menambahkan, kegiatan ini bertujuan mengatasi perubahan iklim, mendukung kesejahteraan manusia, dan menjaga keanekaragaman hayati sekaligus Nature-based Solutions (NbS) adalah upaya untuk melindungi, mengelola secara berkelanjutan, dan memulihkan ekosistem alami/termodifikasi untuk mengatasi tantangan sosial (seperti perubahan iklim, risiko bencana) secara efektif dan adaptif.

Contoh Konservasi berbasis NbS di antaranya restorasi lahan basah/mangrove, perlindungan hutan, dan praktik pertanian berkelanjutan. Proyek NbS diharapkan memberikan manfaat bagi iklim (karbon), alam (keanekaragaman hayati), dan manusia.

Kegiatan tersebut dihadiri Pemerintah Kecamatan Bantan, bersama masyarakat lokal Desa Teluk Pambang, Kelly Ong Yi Xin dari Nanyang Technological University (NTU) Singapora, Wahana Riset Indonesia, Mila Rizqiani, Sarah Silitonga, Zayyan (Muhammad Afwani), dan Stella Hutagalung), ABL (Arief Firmansyah dan Mutia Rahma Apriani), dan YKAN (Aji Wahyu Anggoro, Topik Hidayat, dan Syidik Fahmi) yang turut mendampingi kegiatan Lokal Karya dan kunjungan di lapangan.

(Feature oleh: Meirizon, S Sos, M.Si/Editor Kominfotik Kab. Bengkalis)

Berita terkait

Pangdam XV/Pattimura Luncurkan Program Emas Hijau, Tanam Sejuta Pohon Sukun Perkuat Ketahanan Pangan

Pangdam XV/Pattimura Luncurkan Program Emas Hijau, Tanam Sejuta Pohon Sukun Perkuat Ketahanan Pangan

Ambon-Spektroom : Kodam XV/Pattimura kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui penanaman pohon sukun secara masif. Kegiatan Launching Penanaman Sejuta Pohon Sukun ini digelar di kawasan Bukit Paralayang, Ambon, pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan penanaman ini dilaksanakan serentak di jajaran Kodam XV/Pattimura. Acara

Eva Moenandar, Julianto
Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Jayapura-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat membekali pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kekerampilan mengusai teknologi digital untuk meningkatkan daya saing produk dalam dunia usaha. Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan peningkatan kesejahteraan

Anthonius Teniwut, Julianto
ссс