Stasiun Purwokerto Buka Layanan Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran
Purwokerto-Spektroom: Stasiun Purwokerto membuka layanan penukaran uang baru bagi masyarakat menjelang Lebaran 2026. Layanan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto dengan Bank Indonesia untuk memudahkan pelanggan kereta api menyiapkan pecahan uang baru saat Hari Raya Idulfitri.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan layanan penukaran uang baru akan disediakan di area ruang tunggu Stasiun Purwokerto, tepatnya di area panggung musik.
Layanan ini diperuntukkan khusus bagi penumpang kereta api yang telah memiliki tiket perjalanan.
“Layanan penukaran uang baru ini kami sediakan sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada pelanggan, khususnya bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik,” kata As’ad dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, layanan penukaran uang baru akan dilaksanakan pada Jumat (13/3/2026) mulai pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB. Program tersebut hanya diperuntukkan bagi penumpang kereta api jarak jauh (KAJJ) yang telah memiliki tiket perjalanan pada hari yang sama sesuai dengan identitas yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh penumpang. Di antaranya, wajib membawa tiket perjalanan KAJJ dan identitas diri berupa KTP. Setiap orang atau satu nomor induk kependudukan (NIK) hanya diperbolehkan melakukan penukaran satu kali dan tidak dapat diwakilkan.
Selain itu, penukar diwajibkan membawa uang tunai sesuai nominal yang akan ditukarkan. Uang yang dibawa juga tidak diperkenankan menggunakan selotip, perekat, lakban, maupun staples untuk mengelompokkan atau menggabungkannya.
Adapun batas maksimal penukaran uang baru ditetapkan sebesar Rp5,3 juta per orang dengan paket pecahan yang telah ditentukan. Rinciannya, pecahan Rp50.000 dengan total Rp2,5 juta, pecahan Rp20.000 sebesar Rp1 juta, pecahan Rp10.000 sebesar Rp1 juta, pecahan Rp5.000 sebesar Rp500 ribu, pecahan Rp2.000 sebesar Rp200 ribu, serta pecahan Rp1.000 sebesar Rp100 ribu.
As’ad berharap layanan tersebut dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan kereta api yang tengah mempersiapkan kebutuhan menjelang Lebaran, sekaligus mendukung tradisi masyarakat berbagi uang baru saat Hari Raya Idulfitri.
“Selain memberikan kemudahan bagi pelanggan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi massal kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya.