STMIK Widya Utama Jalankan Program Digital Legal Empowerment di Malaysia
Purwokerto-Spektroom: Mahasiswa STMIK Widya Utama menjalankan program pengabdian masyarakat lintas negara melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang digelar oleh LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah.
Program bertajuk “Mangunsari Goes Abroad 2026” tersebut melibatkan berbagai perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah dalam kegiatan pengabdian di tingkat internasional.
Dalam program tersebut, STMIK Widya Utama mengirimkan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Alfian Hidayat, yang tergabung dalam kelompok bersama Universitas Duta Bangsa Surakarta sebagai mitra pelaksana.
Ketua STMIK Widya Utama, Bambang Nooryanto mengatakan, KKN Internasional yang berlangsung pada satu bulan berfokus pada penanaman nasionalisme dan penguatan karakter anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui tema “Pendidikan Digital Legal Empowerment bagi Anak Indonesia di Malaysia”.
Program tersebut dilaksanakan di Sanggar Belajar Kampung Melayu Sungai Buloh, Malaysia, yang menjadi binaan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.
“Orientasi utama program ini adalah mengubah pola pikir anak-anak perantauan agar tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga cerdas secara hukum dan bangga akan identitas tanah airnya melalui pengajaran dengan teknologi yang modern, seperti pemanfaatan software edukatif dan interaktif,” kata Bambang, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, dampak program terlihat dari perubahan sikap para siswa di Sanggar Belajar yang dinilai semakin mencintai tanah air dan memiliki jiwa nasionalisme yang lebih kuat. Pendekatan kualitatif dan humanis yang diterapkan selama kegiatan disebut mampu menumbuhkan rasa bangga anak-anak PMI terhadap identitas kebangsaan mereka.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut ditopang oleh empat program kerja utama, yakni bidang pendidikan melalui pembelajaran digital modern, bidang lingkungan melalui aksi kepedulian kebersihan, bidang kesehatan untuk membiasakan pola hidup bersih, serta bidang kewirausahaan guna melatih kreativitas dan kemandirian ekonomi sejak dini.
“Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik dan sosial, tetapi juga menjadi representasi positif institusi dan bangsa Indonesia di luar negeri,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Internasional sekaligus dosen pembimbing, Rianti Yunita Kisworini menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi mahasiswa selama mengikuti program KKN Internasional di Malaysia.
Menurutnya, meski pendampingan dilakukan dari jarak jauh, koordinasi dengan mahasiswa tetap berlangsung intensif untuk memastikan seluruh program berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi anak-anak Indonesia di Sanggar Belajar tersebut.