Stok BBM Nasional Terjaga, Masyarakat Diminta Tidak Terjebak Panic Buying

Stok BBM Nasional Terjaga, Masyarakat Diminta Tidak Terjebak Panic Buying
Salah satu SPBU di Jember. (foto: dok. Spektroom)

Jember-Spektroom : Perang di Timur Tengah antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat yang berdampak di Selat Hormuz memancing kekhawatiran masyarakat terhadap kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Namun, pakar Administrasi Negara FISIP Universitas Jember (UNEJ), Hermanto Rohman, mengimbau publik untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying.

Menurut Hermanto, istilah Ketahanan Stok 21 Hari yang sering dirilis oleh Pertamina sering kali disalahartikan oleh masyarakat awam sebagai hitung mundur menuju habisnya stok.

"Stok 21 hari itu adalah indikator teknis jika tangki penyimpanan dalam kondisi penuh tanpa ada pengisian ulang sama sekali. Faktanya, distribusi dan produksi di kilang domestik berjalan secara kontinu setiap hari. Jadi, tangki tersebut terus terisi kembali secara otomatis," jelas Hermanto, Jumat (6/3/2026).

Pakar Administrasi Negara FISIP Universitas Jember (UNEJ), Hermanto Rohman

Terkait ancaman penutupan Selat Hormuz, Hermanto menilai dampaknya terhadap pasokan fisik BBM di Indonesia tidak akan seekstrem yang dikhawatirkan. Meskipun Selat Hormuz merupakan jalur bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global, struktur pengadaan bahan baku minyak (crude oil) Indonesia sudah cukup terdiversifikasi.

"Pertamina tidak hanya bergantung pada negara-negara Arab. Sumber bahan baku kita tersebar mulai dari Amerika Serikat, Rusia, Amerika Latin, hingga China dan Singapura. Keragaman sumber ini menjadi bantalan agar pasokan dalam negeri tetap aman meskipun ada gangguan di satu jalur distribusi internasional," tambahnya.

Hermanto tidak menampik bahwa ketegangan di Timur Tengah biasanya berimbas pada fluktuasi nilai ekonomi. Belajar dari preseden sejarah seperti konflik Irak dan Yaman, gangguan di Selat Hormuz memang berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia pada kisaran 10 persen hingga 20 persen.

Namun, dia menekankan bahwa kenaikan harga adalah variabel yang berbeda dengan ketersediaan barang. "Masalahnya mungkin ada pada penyesuaian harga, tetapi bukan pada hilangnya stok di SPBU. Oleh karena itu, panic buying justru akan menciptakan kekacauan distribusi yang sebenarnya tidak perlu terjadi," tegasnya.

Pemerintah melalui Pertamina dianggap sudah memiliki protokol manajemen krisis yang teruji untuk menjaga kedaulatan energi nasional di tengah dinamika global.

Sesuai dengan Peraturan BPH Migas Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penyediaan Cadangan Operasional Bahan Bakar Minyak dalam hal ini Pemegang Izin Usaha wajib menyediakan Cadangan Operasional BBM dengan cakupan waktu paling singkat selama 23 hari. 

Pencadangan yang dimaksud tergantung pada seberapa jauh Pemerintah dan Pertamina memiliki dana untuk menyetok. Bukan hanya bahan-bahan, tetapi juga gudangnya, jalur distribusi, pengapalan dan sebagainya. (*)

Berita terkait

MES Gandeng Menara Syariah Optimalkan Pertumbuhan Ekonomi Syariah Di Indonesia

MES Gandeng Menara Syariah Optimalkan Pertumbuhan Ekonomi Syariah Di Indonesia

Tangerang - Spektroom :  Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat (PP) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia melalui sinergi antara industri takaful (asuransi syariah), koperasi, dan kolaborasi dengan dunia internasional. Menkop Ferry menjelaskan bahwa pengembangan ekosistem syariah tidak hanya didasarkan pada

Nurana Diah Dhayanti
Empat Dosen UNUKASE Lolos Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026 Paragon

Empat Dosen UNUKASE Lolos Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026 Paragon

Banjar-Kaksel–Spektroom : Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sebanyak empat Dosen UNUKASE berhasil lolos sebagai peserta Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026 yang diselenggarakan oleh Paragon. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Dosen UNUKASE dalam meningkatkan kualitas akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Inspiring Lecturer

Junaidi, Bian Pamungkas