Stok Beras BULOG Tembus Rekor 5 Juta Ton, Jateng Sumbang 360.989,48 ton Ton
SEMARANG – Spektroom: Perum BULOG mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) nasional menembus 5 juta ton. Dari jumlah tersebut, Jawa Tengah menyumbang 360.989,48 ton beras yang saat ini dikuasai Kantor Wilayah.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Jawa Tengah, Sri Muniati , di Semarang Jumat (24/4/2926) menyampaikan, capaian tersebut menjadi indikator kuat ketahanan pangan nasional yang tetap terjaga. Ia menyebut angka ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan swasembada pangan di Indonesia.
“Secara nasional stok CPP per 23 April 2026 telah mencapai 5.000.198 ton, sementara stok Jawa Tengah sekitar 360.989,48 ton. Ini capaian tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan BULOG sejak Indonesia merdeka,” ujarnya.
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan pangan. Ia mengatakan stok besar ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.
“Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” katanya saat mendampingi sidak Menteri Pertanian di Gudang BULOG Karawang.

Ia menambahkan, stok yang kuat memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan yang cukup dan terjangkau. Selain itu, capaian ini juga menjadi bekal menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman turut mengapresiasi, kinerja BULOG setelah melihat langsung kondisi gudang yang penuh. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran dalam menjaga cadangan beras pemerintah.
“Terima kasih kepada Dirut BULOG dan jajarannya yang telah bekerja keras hingga stok cadangan beras pemerintah mencapai 5 juta ton,” katanya.
Capaian tersebut didorong oleh optimalisasi penyerapan gabah dan beras petani dalam negeri serta penguatan koordinasi lintas sektor. Selain itu, dukungan infrastruktur juga semakin kuat dengan lebih dari 1.500 gudang milik sendiri dan 1.200 gudang mitra di seluruh Indonesia.
Dengan cadangan besar ini, BULOG tidak hanya berperan sebagai stabilisator harga, tetapi juga penggerak utama ekosistem pangan nasional. Stok tersebut menjadi instrumen strategis untuk meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung program bantuan pangan pemerintah.(aln)