Suara dari Sudut Ibu Kota : Ketika Asa Mencari Nafkah Berirama dengan Derap Unjuk Rasa

Suara dari Sudut Ibu Kota : Ketika Asa Mencari Nafkah Berirama dengan Derap Unjuk Rasa
Ilustrasi Pengemudi ojol sering kali terdampak aksi Demo di Gedung DPR RI karena kemacetan sehingga pesanan menurun drastis( Foto Istimewa)

Jakarta - Spektroom : Deru kendaraan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, berpadu dengan derap langkah kaki yang membawa berbagai rupa harapan. Pada Rabu, 27 Agustus 2026, Ibu kota kembali bersiap menyambut dua gelombang massa dengan misi yang bertolak belakang.

Di satu sisi, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset. Di sisi lain, Relawan Madura Pengawal Program Presiden (RMP4) hadir menyuarakan dukungan terhadap program pemerintah, termasuk evaluasi Makan Bergizi Gratis (MBG)

Namun, di balik riuh spanduk dan pengeras suara, ada detak jantung lain yang berdegup dengan kecemasan berbeda. Pardi (bukan nama sebenarnya), seorang pengemudi ojek online yang mangkal tak jauh dari kawasan Senayan, hanya bisa menghela napas panjang saat membaca berita rencana demonstrasi tersebut di gawainya.

"Demo itu sah-sah saja, itu hak mereka. Tapi ingat, masih ada orang kecil seperti kami yang harus berjuang tiap hari demi sesuap nasi di rumah," ujar Pardi lirih, Senin (24/8/2026) menyuarakan keresahan warga yang periuk nasinya sangat bergantung pada lancarnya roda jalanan Jakarta.

Menanggapi dinamika ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa unjuk rasa dijamin oleh konstitusi. Namun, ia mengingatkan agar aksi berjalan tertib tanpa tindakan anarkis atau merusak fasilitas umum.

Pemprov DKI bersama aparat kepolisian dan Satpol PP telah menyiapkan langkah pengamanan humanis guna memastikan keamanan kota tanpa mengesampingkan ruang menyampaikan pendapat.

Sementara itu, polemik sempat mewarnai persiapan kubu Pati terkait penundaan transaksi rekening donasi senilai Rp80 juta. Polda Metro Jaya memastikan langkah tersebut murni tindakan administratif penyelidikan sesuai UU TPPU, bukan penyitaan, dan rekening akan dikembalikan usai proses selesai. Negara hadir mengawasi, hukum berjalan, tapi denyut ekonomi warga tetap harus diselamatkan.

Jakarta hari ini berdiri di dua sisi mata uang: merawat kebebasan bersuara dan menjaga asa jutaan kepala keluarga yang menaruh penghidupan pada setiap jengkal jalanan kotanya.

Berita terkait

SPPMHKP Ternate Luncurkan Klinik Mutu Ikan untuk Tingkatkan Daya Saing Produk Perikanan

SPPMHKP Ternate Luncurkan Klinik Mutu Ikan untuk Tingkatkan Daya Saing Produk Perikanan

Ternate-Spektroom: Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (SPPMHKP) Ternate meluncurkan Klinik Mutu Ikan sebagai upaya memperkuat mutu, keamanan, dan daya saing produk perikanan di Maluku Utara. Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 bertema “Sinergi Peningkatan Mutu, Keamanan, dan Daya Saing Produk Perikanan” di ruang

Nanang Adrany, Bian Pamungkas
Mendagri Tito Karnafian Apresiasi Langkah Pencegahan Karhutla di Riau

Mendagri Tito Karnafian Apresiasi Langkah Pencegahan Karhutla di Riau

Pekanbaru-Spektroom: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menilai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan pemerintah daerah di Provinsi Riau berjalan baik. Penilaian tersebut disampaikan Tito saat menghadiri rapat internal penanganan karhutla bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Posko Aju, Kota Pekanbaru, Riau, pada Senin (24/

Salman Nurmin, Bian Pamungkas