Vandalisme Penuhi Gedung Rektorat Unsoed, Kampus Bergerak Cepat Tutup Coretan
Purwokerto-Spektroom: Aksi vandalisme memenuhi sejumlah bagian luar Gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Coretan berupa tulisan-tulisan tersebut terlihat di bagian kanan, depan, tembok hingga lantai gedung rektorat.
Aksi vandalisme itu diketahui pihak kampus pada Senin pagi (24/8/2024). Hingga kini, belum diketahui secara pasti siapa pelaku yang melakukan aksi tersebut.
Juru Bicara Unsoed, Edi Santoso, mengatakan aksi vandalisme tersebut diduga dilakukan secara terencana dan berkaitan dengan kekecewaan terhadap jajaran pimpinan universitas, menyusul operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa hari lalu.
Dalam OTT tersebut, KPK menangkap Rektor Unsoed, salah satu wakil rektor, serta seorang kepala bagian di lingkungan rektorat.
“Kalau melihat redaksionalnya, kemungkinan dilakukan bukan oleh mahasiswa, redaksional mahasiswa tidak seperti itu. tetapi oleh orang-orang yang numpang dengan memanfaatkan momentum OTT KPK beberapa hari lalu,” ujar Edi Santoso kepada wartawan.
Pihak kampus kemudian berupaya menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mengetahui pelaku vandalisme. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena perangkat CCTV di lokasi diketahui mengalami kerusakan.
“Saat kita lacak di CCTV, ternyata tidak terdeteksi karena alat pemantau tersebut telah rusak, cenderung sengaja dirusak,” katanya.
Berdasarkan pantauan Spektroom, coretan vandalisme terlihat cukup banyak dan tersebar di sejumlah bagian luar Gedung Rektorat Unsoed.
Kondisi tersebut membuat pihak kampus segera mengambil langkah untuk menutup tulisan-tulisan tersebut menggunakan kain berwarna hitam.
Penutupan itu dilakukan selain untuk menutupi area gedung dari coretan, juga sebagai bentuk keprihatinan kampus atas peristiwa hukum yang tengah terjadi di lingkungan Unsoed.
Seorang mahasiswa baru, Farid, yang melintas di depan gedung rektorat, menanggapi kondisi tersebut dengan nada ringan.
“Unsoed lagi berkabung ya, Mas. Temboknya dibungkus kain hitam,” ujarnya sambil tersenyum.
Saat aksi unjuk rasa kain hitam penutup tembok tersebut dilepas kembali. Hingga Senin petang (24/8/2026), tulisan tersebut masih belum ditutup kembali.