Suasana Khidmat Pengukuhan Paskibraka Jeneponto Masa Bakti 2026–2030

Suasana Khidmat Pengukuhan Paskibraka Jeneponto Masa Bakti 2026–2030
Foto : Bupati Jeneponto kukuhkan Paskibraka 2026 ( Humas Kominfo Jeneponto )

JENEPONTO, - Spektroom ::Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Jeneponto Tahun 2026 sekaligus Pelaksana Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Masa Bakti 2026–2030. Prosesi yang berlangsung khidmat ini digelar di Ruang Pola Kantor Bupati

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Jeneponto Dr. Aspa Muji, Dandim 1425 Jeneponto, Kapolres Jeneponto, unsur Forkopimda, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Jeneponto.

Rangkaian pengukuhan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Pelaksana Duta Pancasila dan Ikrar Putra Indonesia. Prosesi sakral ditandai dengan penyematan kendit secara simbolis oleh Bupati Paris Yasir kepada perwakilan anggota Paskibraka

Dalam arahannya, Paris Yasir menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka dan Duta Pancasila merupakan amanah besar yang menuntut disiplin, dedikasi, serta rasa cinta tanah air.

"Jadilah generasi muda yang disiplin dan bertanggung jawab. Tugas kalian bukan hanya mengibarkan Bendera Pusaka, tetapi juga menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat," ujar Paris Yasir.

Ia menambahkan, pengukuhan ini merupakan awal bagi para generasi muda untuk terus memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. Agenda ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Jeneponto.

Berita terkait

Rektor Undip Ingatkan Mahasiswa Baru: Bijak Bermedsos, Jangan Jadi Bagian dari 'Global Stupidity'

Rektor Undip Ingatkan Mahasiswa Baru: Bijak Bermedsos, Jangan Jadi Bagian dari 'Global Stupidity'

Semarang - Spektroom: Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Dr. Suharnomo, SE, M.Si, mengingatkan para mahasiswa baru untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Mahasiswa diminta berpikir matang sebelum membuat atau membagikan konten, serta selalu mempertimbangkan etika dan dampak jangka panjangnya Pesan penting ini disampaikan Prof. Suharnomo saat menghadiri acara

Sigit Budi Riyanto, Heriyoko