Sumpah Pemuda Jadi Titik Balik, Karolin Ajak Anak Muda Landak Jadi Agen Perubahan

Sumpah Pemuda Jadi Titik Balik, Karolin Ajak Anak Muda Landak Jadi Agen Perubahan
Bupati Landak Karolin ditengah para Pelajar bersama dalam keceriaan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke- 97 di kabupaten Landak. (Foto : Sartiman)

Spektroom – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengajak seluruh masyarakat, terutama para pemuda, untuk ikut berperan aktif membangun Kabupaten Landak.

Ajakan itu disampaikannya dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2025 yang digelar di Ngabang, Selasa (28/10/2025).

Dalam pesannya, Karolin menekankan pentingnya semangat gotong royong dan peran generasi muda dalam melanjutkan pembangunan daerah. Ia menilai, masa depan Landak ada di tangan para pemuda yang saat ini sedang menempuh pendidikan dan menyiapkan diri menghadapi perubahan zaman.

“Pemuda dan pemudi Landak memiliki peran strategis dalam pembangunan. Mereka adalah penerus perjuangan para pendahulu, yang nantinya akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan,” kata Karolin.

Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut serta memberikan ide dan gagasan yang segar demi kemajuan daerah. Menurutnya, partisipasi pemuda dalam pembangunan tidak harus selalu dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui inovasi, kreativitas, dan pemikiran visioner yang membawa manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap anak-anak muda Landak bisa berpikir jauh ke depan. Berani bermimpi besar, tapi juga mau bekerja keras mewujudkannya. Ide-ide konstruktif dari generasi muda sangat dibutuhkan agar Landak bisa berkembang lebih cepat dan maju,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Karolin juga menyoroti pentingnya pendidikan dan literasi di kalangan pemuda. Ia mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus digital dan kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan menjadi modal utama untuk bersaing di masa depan.

“Perkembangan zaman tidak bisa kita bendung. Karena itu, kita harus menyiapkan anak-anak dengan pendidikan yang cukup. Minimal mereka bisa menamatkan sekolah menengah, bahkan kalau bisa sampai perguruan tinggi,” ujarnya.

Mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, Karolin berharap peringatan Sumpah Pemuda tahun ini tidak sekadar menjadi acara seremonial. Lebih dari itu, momen ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan tekad untuk memajukan Landak.

“Saya ingin Sumpah Pemuda menjadi momentum kebangkitan semangat juang anak-anak muda Landak. Mari kita bersama-sama berkontribusi sesuai kemampuan, bahu-membahu mewujudkan kemajuan dan kemakmuran di Kabupaten Landak,” tutup Karolin.

Berita terkait

Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Jakarta – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa penguatan organisasi bukan hanya penataan jabatan, tetapi bagian dari upaya membangun statecraft, yakni keterampilan dalam mengelola kebijakan negara dan memastikan setiap program berjalan efektif serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Dody Hanggodo saat melantik tujuh pejabat tinggi

Nurana Diah Dhayanti
Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Jambi - Spektroom: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, menggelegar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 bertema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", berlangsung di Halaman Kantor Wilayah Kemenag Jambi, Sabtu (2/5/2026). Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih dilanjutkan dengan pembacaan teks

Anggoro AP
Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Solo - Spektroom : Merefleksi hari Pendidikan Nasional 2 Mei, bidang pendidikan meski dinilai arahnya mulai tertata dengan perangkat dan regulasi yang semakin pasti, tetapi masih dihadapkan pada catatan kritis dalam pengelolaan manajemen mutu. Diminta tanggapan kondisi pendidikan di Indonesia merefleksi hari pendidikan Pengamat pendidikan dari Universitas Muhamadiyah Surakarta UMS Prof.

Murni Handayani