Tak Lupakan Jasa, MABT Pontianak Beri Penghargaan untuk Andreas Acui

Tak Lupakan Jasa, MABT Pontianak Beri Penghargaan untuk Andreas Acui
Ketua MABT Kota Pontianak, Hendri Pangestu Lim, menyerahkan piagam kepada Andreas Acui. (Foto: Dok MABT Kota Pontianak)

Pontianak-Spektroom : Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kota Pontianak mendadak diwarnai momen mengejutkan.

Di tengah rangkaian acara yang berlangsung hangat dan meriah, Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak secara khusus menyerahkan penghargaan kepada Andreas Acui Simanjaya
sosok yang disebut sebagai penggagas awal berdirinya MABT pada 2005.

Piagam penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua MABT Kota Pontianak, Hendri Pangestu Lim, di hadapan tokoh masyarakat dan tamu undangan, Selasa (3/3/2026).

Tepuk tangan hadirin pecah saat nama Andreas diumumkan sebagai inisiator, pencetus, sekaligus penggagas berdirinya lembaga adat yang kini menjadi representasi resmi masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat.

Andreas tampak terharu menerima penghargaan tersebut.
Ia mengenang kembali proses panjang pembentukan MABT yang, menurutnya, tidak lahir dalam waktu singkat.

Puluhan kali rapat digelar di berbagai tempat dengan dukungan banyak pihak, mulai dari penyediaan ruang pertemuan hingga konsumsi.

“Kami membentuk tim formatur bersama sejumlah tokoh masyarakat, seperti Santyoso, Surjanto, Adhie Rumbee, Su Mian, dan Budi Santoso, sebelum akhirnya MABT resmi berdiri secara hukum melalui notaris Ali,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, ide awal mendirikan MABT muncul dari diskusi sederhana bersama sahabat lamanya, Herman rekan satu angkatan di SMA Santu Petrus, lulusan 1986.

Herman, seorang Tionghoa mualaf yang kerap mendampingi Andreas dalam perjalanan dinas, disebut menjadi sosok yang memantik kesadaran akan pentingnya majelis adat sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus jembatan komunikasi lintas suku.

Langkah Ketua MABT memberikan penghargaan ini pun menuai apresiasi.

Politisi Gerindra sekaligus tokoh pengusaha Tionghoa, Huat Jong atau Michael Smith, menilai keputusan tersebut sebagai langkah tepat dan patut dicontoh.

“Ini bentuk penghormatan terhadap jasa dan budi baik seseorang. Sesuai dengan nilai budaya Tionghoa yang tidak melupakan kontribusi pendahulu,” katanya.

Komentar serupa datang dari Effendi, tokoh pemuda Bugis yang berprofesi sebagai pengacara.

Ia menyebut Andreas sebagai figur yang konsisten peduli pada isu sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, sebelum MABT terbentuk, kerap kali tidak ada lembaga yang representatif untuk mewakili dialog ketika muncul persoalan menyangkut masyarakat Tionghoa.

“Dengan adanya MABT, komunikasi menjadi lebih terarah dan setara,” ujarnya.

Ia berharap MABT tetap menjadi aset bersama masyarakat Kota Pontianak dan Kalimantan Barat, serta tidak dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Di tengah kemeriahan Imlek, penghargaan ini menjadi sorotan tersendiri sebuah pengakuan atas sejarah panjang yang selama ini mungkin berjalan tanpa banyak publikasi, namun kini mendapat tempat di panggung utama. (Apolo Welly)

Berita terkait

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

Jakarta - Spektroom :  Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah memastikan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen memperkuat peran koperasi dalam mendukung percepatan pembangunan dan operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui sinergi kelembagaan dan kemitraan usaha yang terintegrasi. “Langkah ini dijalankan untuk memastikan hasil laut dinikmati secara

Nurana Diah Dhayanti
Menkop Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

Menkop Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

Jakarta — Spektroom : Menkop meminta seluruh pengurus KDKMP Panerusan Wetan dan koperasi di Banjarnegara untuk segera bersiap menyambut tiga langkah konkret Kemenkop. Langkah pertama mencakup sosialisasi teknis mengenai mekanisme operasionalisasi unit usaha KDKMP di lapangan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta, Selasa ( 15/9/2026) membahas  hasil kunjungan

Nurana Diah Dhayanti
Siswa SMPN 2 Jember Wajib Setor Sampah Sebelum Pulang, Menanamkan Kebersihan Lingkungan Sejak Dini

Siswa SMPN 2 Jember Wajib Setor Sampah Sebelum Pulang, Menanamkan Kebersihan Lingkungan Sejak Dini

Jember-Spektroom : Kepala SMPN 2 Jember, Heru Wahyudi, S.Pd., M.Pd., mengatakan kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui pembiasaan. Menurutnya, pendidikan lingkungan akan lebih bermakna apabila nilai-nilai yang diperoleh siswa di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan di luar sekolah. “Kami ingin kepedulian terhadap lingkungan menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Budi Sucahyono, Julianto
Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Jember-Spektroom : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember mendorong mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Jember menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan, mampu menyikapi perbedaan, serta bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital. Pesan tersebut disampaikan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember yang dalam kesempatan ini

Budi Sucahyono, Julianto
ссс