Tak Sekadar Rumah Singgah! Wali Kota Tanjungpinang Datang Bawa Harapan bagi Warga yang Sedang Terpuruk
Tanjungpinang – Spektroom : Ada masa ketika seseorang tidak membutuhkan banyak hal. Bukan kemewahan, bukan pula janji besar. Mereka hanya membutuhkan tempat untuk berteduh, seseorang yang mau mendengarkan, dan keyakinan bahwa hidup masih memberi kesempatan untuk bangkit.
Harapan itulah yang dirawat di Rumah Singgah Tepak Sirih Dinas Sosial Kota Tanjungpinang.
Rumah singgah tersebut menjadi ruang aman bagi warga yang tengah menghadapi persoalan sosial maupun membutuhkan pendampingan. Lebih dari sekadar tempat tinggal sementara, para penghuni mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar, pendampingan psikososial, bimbingan spiritual hingga pelatihan keterampilan.
Tujuannya satu: membantu mereka kembali menemukan pijakan dan perlahan mampu hidup mandiri.
Peran rumah singgah juga menjadi semakin penting karena proses pemulihan tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan rumah sakit jiwa. Mereka tetap membutuhkan lingkungan yang mendukung agar mampu kembali beradaptasi dengan kehidupan sosial.
Di tengah proses tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan warga tidak dibiarkan berjalan sendirian.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah bersama rombongan mengunjungi Rumah Singgah Tepak Sirih, Selasa (1/9/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus memastikan pelayanan dan pendampingan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan.
Sesampainya di rumah singgah, Lis tidak menjaga jarak.
Ia menyapa para penghuni dan kemudian berdialog langsung dengan mereka. Cerita, keluhan hingga kondisi yang sedang dihadapi warga didengarkan satu per satu.
Bagi Handa (43), pertemuan tersebut menjadi momen yang menyentuh. Ia mengaku terharu mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan Wali Kota.

Perhatian yang diberikan Lis menjadi penyemangat bagi Handa untuk tetap menjalani proses yang sedang dihadapinya.
Bagi pemerintah, mungkin itu hanya sebuah percakapan.
Namun bagi warga yang sedang berada dalam masa sulit, sapaan dan perhatian seorang pemimpin dapat memiliki arti jauh lebih besar.
Lis menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya bekerja dari balik meja dan menunggu laporan masuk. Pemerintah harus turun langsung melihat kondisi masyarakat agar persoalan yang dihadapi dapat dipahami secara nyata.
“Pemerintah tidak hanya menerima laporan, tetapi harus hadir melihat langsung kondisi masyarakat. Dengan begitu, kita dapat memahami apa yang mereka butuhkan dan memastikan persoalan yang ada dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Lis.
Menurutnya, pelayanan publik tidak boleh berhenti pada urusan administrasi dan program pemerintah.
Di balik setiap laporan sosial, ada manusia yang sedang berjuang.
Ada keluarga yang menunggu kepastian. Ada warga yang membutuhkan pendampingan. Ada pula mereka yang hanya ingin diyakinkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak harus ditanggung seorang diri.
“Kadang masyarakat membutuhkan perhatian dan kepastian bahwa persoalan mereka didengar serta diupayakan jalan keluarnya. Pemerintah harus hadir dan memastikan masyarakat tidak menghadapi persoalannya sendirian,” ujar Lis.
Rumah Singgah yang Merawat Harapan
Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang Endang Susilawati mengatakan, Rumah Singgah Tepak Sirih merupakan bagian dari pelayanan sosial pemerintah untuk memberikan perlindungan, pemenuhan kebutuhan dasar dan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing warga.
“Respons cepat pemerintah menjadi bentuk komitmen agar persoalan sosial masyarakat mendapat perhatian dan penanganan. Kami terus berupaya memberikan kebutuhan dasar serta pendampingan sesuai kondisi masing-masing warga,” jelas Endang.
Dinas Sosial, lanjutnya, juga akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu mencarikan solusi terbaik bagi warga sesuai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi.
Langkah tersebut menjadi penting karena pemulihan tidak selalu berlangsung cepat.
Seseorang mungkin membutuhkan waktu untuk kembali percaya kepada dirinya sendiri. Membutuhkan pendampingan untuk kembali bersosialisasi. Membutuhkan keterampilan untuk memperoleh penghasilan. Bahkan, terkadang hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan tanpa menghakimi.
Rumah singgah hadir di ruang tersebut.
Ia menjadi jembatan antara masa sulit dan kehidupan yang diharapkan lebih baik.
Ketika Pemerintah Hadir sebagai Kawan
Kunjungan Lis Darmansyah menjadi pesan bahwa pelayanan sosial tidak seharusnya hanya hadir dalam bentuk bantuan.
Pelayanan sosial juga berarti menghadirkan rasa aman, kepedulian dan pendampingan.
Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang dekat dengan masyarakat, cepat merespons persoalan dan memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan pelayanan sosial bukan hanya berapa banyak program yang terlaksana.
Tetapi berapa banyak orang yang kembali memiliki harapan.
Berapa banyak warga yang perlahan mampu berdiri sendiri.
Dan berapa banyak mereka yang sebelumnya merasa sendirian, kemudian kembali percaya bahwa masih ada pemerintah yang mau datang, mendengar dan membantu.
Di Rumah Singgah Tepak Sirih, harapan itu sedang dirawat.
Bukan sekadar menampung warga, tetapi membantu mereka menemukan jalan untuk kembali pulang kepada kehidupan yang lebih mandiri.