TAMASYA : Pastikan Anak dapat Pengasuhan Terbaik,  Orang Tua Tetap  Produktif

TAMASYA : Pastikan Anak dapat Pengasuhan Terbaik,  Orang Tua Tetap  Produktif
Flyer Kemendukbangga/BKKBN

Spektroom - Menuju Indonesia Emas 2045 dimulai dari kualitas pengasuhan anak sejak dini. Karena itu, pengasuhan yang aman, penuh kasih, dan stimulatif harus menjadi prioritas, termasuk bagi anak-anak yang orang tuanya bekerja.

Program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) hadir untuk memastikan anak mendapat pengasuhan terbaik, sementara orang tua tetap bisa produktif.

Kuatkan komitmen bersama melalui kegiatan “Bersama untuk Indonesia Emas”, ruang kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan layanan pengasuhan yang aman, berkualitas, dan ramah keluarga.


Berlandaskan hal tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pengembangan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN menggelegar Virtual Workshop Bersama Untuk Indonesia Emas - TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), Pada Selasa (18/11/2025) Pulul 09.00 WIB s.d  Selesai.


Virtual Workshop ini akan dibuka oleh Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Sekretaris Utama BKKBN  Prof. Budi Setiyono,  S.Sos, M.Pol.Admin, Ph.D  sedangkan Plh. Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Kemendukbangga/BKKBN Puji Prihatiningsih, S.Psi,MM akan menghantarkan Virtual Workshop yang akan menghadirkan 3 narasumber tersebut.


Ketiga Narasumber dimaksud adalah Direktur Bina Ketahanan Keluarga -  Irma Ardiana, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini  - Nia Nurhasanah, Project Manager YAPINDO Saiful Afrirudin dan di moderatori oleh Penyuluh Keluarga Berencana Balita dan Anak Dini Ahli Utama Ir. Fathonah (@Ng).

Berita terkait

Lounching Yubileum  Tarekat Maria Mediatrix,  Gubernur  Maluku  Soroti Lingkungan, Ekonomi, dan Persatuan

Lounching Yubileum Tarekat Maria Mediatrix, Gubernur Maluku Soroti Lingkungan, Ekonomi, dan Persatuan

Ambon-Spektroom : Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa secara resmi meluncurkan Yubileum 100 Tahun Tarekat Maria Mediatrix sebagai penanda dimulainya rangkaian perayaan satu abad pengabdian tarekat tersebut, dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Ambon. Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur Hendrik Lewerissa bersama Uskup Keuskupan Amboina Mgr Seno Ngutra, Wakil

Eva Moenandar, Julianto