Tanggapi Soal Keracunan MBG, Ombudsman Kalsel Sampaikan Catatan Penting

Tanggapi Soal Keracunan MBG, Ombudsman Kalsel Sampaikan Catatan Penting
Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel Hadi Rahman bersama Jajarannya melaksanakan pemantauan MBG di Kabupaten Banjar, Kalsel.

Junaidi, Agung Yunianto

Spektroom - Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan pemantauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar, Selasa (14/10/2025), sekaligus merespon insiden keracunan yang terjadi di sejumlah sekolah di Kabupaten Banjar pada Kamis, 9 Oktober 2025. MBG merupakan salah satu program strategis nasional, sehingga Ombudsman RI sebagai Lembaga Negara Pengawas Penyelenggaraan Pelayanan Publik perlu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Dalam pemantauan ini, Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel, Hadi Rahman, mendatangi RSUD Ratu Zalecha Martapura, sekaligus bertemu langsung dengan Direktur RSUD Ratu Zalecha Arief Rachman dan Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Banjar Rakhmat Dhany. “Kami ingin memastikan pelayanan yang diberikan RSUD Ratu Zalecha dalam menangani para korban terdampak keracunan dan mekanisme pembiayaan”, jelas Hadi Rahman.

“Untuk korban yang dirawat total ada 132 orang sudah diperbolehkan pulang semua, terakhir ada 1 orang yang baru diperbolehkan pulang karena menyelesaikan perawatan penyakit penyertanya. Untuk pembiayaan, dipastikan tidak ada yang ditanggung oleh pasien atau korban. Kami juga berupaya maksimal dalam menangani korban keracunan selama di IGD, dengan mengerahkan seluruh dokter dan tenaga kesehatan RSUD agar dapat membantu dan bekerjasama meskipun keadaan saat itu penuh sesak. Keluhan yang banyak diterima mulai dari mual, muntah, pusing sampai demam”, urai Arief Rachman.

Dalam kegiatan pemantauan, Ombudsman Kalsel bertemu pula dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar. Di Kabupaten Banjar total ada 16 dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Saat ini, Dinkes masih dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). “Belum ada SPPG yang punya SLHS, masih proses. Ini penting agar Dinkes bisa kontrol berkala ke dapur SPPG. Persyaratannya antara lain pelaksanaan IKL (Inspeksi Kesehatan Lingkungan), sertifikasi penjamah makanan serta pemeriksaan sampel makanan dan air, kerja sama dengan Labkesda Kabupaten Banjar”, jelas Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Gt. M. Kholdani.

Atas kegiatan pemantauan yang dilakukan, Ombudsman Kalsel menyampaikan beberapa catatan penting berdasarkan temuan yang diperoleh untuk menjadi atensi dan ditindaklanjuti oleh seluruh pihak terkait (stakeholders). Pertama, proses penerbitan SLHS harus segera dilakukan dan menjadi prioritas. Pengajuan oleh yayasan, mitra atau dapur SPPG. Penerbitan oleh Dinkes dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, dengan standar pelayanan yang jelas, termasuk persyaratan, prosedur, waktu dan biaya.

Kedua, penyusunan pedoman penanganan insiden, khususnya di Rumah Sakit (RS) dan fasilitas kesehatan (faskes) lainnya. Ini penting agar setiap insiden atau kondisi kegawatdaruratan, termasuk keracunan MBG, dapat tertangani dengan baik dan benar. Poinnya menyangkut berbagai sumber daya yang dikerahkan, seperti Sumber Daya Manusia (SDM), anggaran, obat-obatan maupun sarana prasarana yang digunakan, dengan didukung mekanisme transparansi dan akuntabilitas yang jelas.

Ketiga, penguatan koordinasi dan kerjasama antara perwakilan BGN (Badan Gizi Nasional) di daerah dan SPPG dengan Pemda serta pihak terkait lainnya. Misalnya, di Pemda dengan Dinas Pendidikan (Disdik) terkait pendataan penerima manfaat dan edukasi program MBG ke sekolah. Kemudian Dinkes untuk edukasi makanan sehat serta kerjasama dengan faskes untuk penanganan insiden keracunan, serta Dinas Pangan untuk penyediaan bahan pangan lokal. Juga BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) untuk pendataan dan penyaluran MBG ke golongan Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita. Selain itu, dengan Kementerian Agama untuk pendataan penerima manfaat bagi peserta didik di Madrasah.

Terakhir, Ombudsman Kalsel meminta agar proses penyelidikan peristiwa keracunan MBG di Kabupaten Banjar kemaren dapat segera dituntaskan oleh pihak kepolisian.

Berita terkait

Polres Bengkalis Musnahkan 68,6 Kg Sabu Bernilai Rp68 Miliar

Polres Bengkalis Musnahkan 68,6 Kg Sabu Bernilai Rp68 Miliar

Bengkalis-Spektroom : Polres Bengkalis melaksanakan konferensi pers sekaligus pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus oleh Satresnarkoba Polres Bengkalis dan Polsek Bantan yang diduga merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, (16/9/2026), bertempat di Aula Tantya Sudhirajati Polres Bengkalis, dan dipimpin Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian

Salman Nurmin, Rafles
UMI Makassar dan DEN RI Laksanakan Diskusi dan Dialog tentang Kebijakan Energi Nasional

UMI Makassar dan DEN RI Laksanakan Diskusi dan Dialog tentang Kebijakan Energi Nasional

Makasar-Spektroom : Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar bersama Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia melaksanakan Diskusi dan Dialog tentang Kebijakan Energi Nasional di Kampus Pascasarjana Urip Sumoharjo, Rabu (16/9/2026). Diskusi dan Dialog diikuti Dosen dan Mahasiswa UMI Makassar berlangsung dengan thema "Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Ketahanan dan

Yahya Patta, Rafles
Bupati Bengkalis Berikan Semangat Langsung Atas Penampilan Tim Tuan Rumah Polbeng di Ajang KKI 2026

Bupati Bengkalis Berikan Semangat Langsung Atas Penampilan Tim Tuan Rumah Polbeng di Ajang KKI 2026

Bengkalis-Spektroom : Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni memberikan semangat dan motivasi kepada tim Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) yang mengikuti Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026, Rabu (16/9/2026), bertempat di Waduk PDAM Kota Bengkalis. Menariknya, Bupati kemudian berkesempatan mencoba secara langsung speedboat karya mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis. Dengan penuh antusias, Kasmarni mengoperasikan

Salman Nurmin, Rafles
Festival Pangan Lokal Pulau Kelapa, Merawat Warisan Kuliner Sekaligus Membuka Peluang Ekonomi

Festival Pangan Lokal Pulau Kelapa, Merawat Warisan Kuliner Sekaligus Membuka Peluang Ekonomi

Jakarta-Spektroom : Aroma aneka pangan olahan dan jajanan tradisional mewarnai Lapangan Sepak Bola Pulau Kelapa, Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Rabu (16/9/2026). Di tempat itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Komunitas Orang Pulo menggelar Festival Pangan Lokal. Kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan beragam makanan,

Irvan Idris Saleh, Rafles
ссс