Tatemmo Pole IKAPANTU '81, Ketika 45 Tahun Berpisah Luruh dalam Pelukan Persahabatan
Sumenep | Spektroom – Satu per satu mereka datang. Rambut yang dulu hitam kini sebagian memutih, langkah yang dulu bergegas kini lebih tenang
.amun begitu saling menatap, senyum merekah tanpa canggung. Pelukan hangat, tawa lepas, dan sapaan penuh keakraban seketika menghapus jarak waktu yang telah membentang selama 45 tahun.
Begitulah suasana Reuni Ikatan Keluarga Delapan Satu (IKAPANTU) SMA Negeri Sumenep Angkatan 1981 bertajuk "Tatemmo Pole", yang dalam bahasa Madura berarti bertemu kembali.
Reuni ini menjadi ruang untuk menghidupkan kembali kenangan masa SMA, ketika mimpi-mimpi masih dirangkai di bangku sekolah dan persahabatan tumbuh tanpa sekat.
Sekitar 60 alumni hadir dari berbagai penjuru. Ada yang datang dari Surabaya, Malang, Blitar, Kediri, Tuban, Bangkalan, hingga para sahabat yang tetap menetap di Kabupaten Sumenep.
Mereka membawa cerita kehidupan masing-masing, tetapi pulang dengan satu tujuan yang sama: melepas rindu.

Di balik terselenggaranya reuni penuh makna itu, terdapat sosok Dra. Sri Hariati, penggagas Reuni IKAPANTU 2026. Baginya, reuni bukan sekadar pertemuan alumni, melainkan cara merawat persaudaraan yang telah dibangun sejak masa remaja.
"Awalnya sederhana. Saya hanya ingin kami bisa bertemu lagi dan bergembira bersama. Setelah puluhan tahun berpisah, ternyata rasa kekeluargaan itu tetap hidup. Ketika semua berkumpul, rasanya seperti kembali menjadi anak-anak SMA," tutur Sri Hariati dengan mata berbinar.
Sri Hariati mengatakan, kebersamaan seperti ini menjadi pengingat bahwa usia boleh bertambah, tetapi persahabatan tidak mengenal batas waktu. Ia berharap reuni tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan menjadi jembatan untuk saling menguatkan dalam setiap fase kehidupan.
"Semoga IKAPANTU tetap menjadi keluarga besar yang selalu menjaga silaturahmi. Yang paling membahagiakan bukan kemewahan acaranya, tetapi kesempatan untuk saling menyapa, saling mendoakan, dan kembali tertawa bersama," ujarnya.

Suasana haru juga dirasakan Ahmad Barri, alumni yang datang jauh dari Tuban. Sebagai sosok yang dituakan di lingkungan IKAPANTU, ia menilai reuni ini lahir dari semangat kebersamaan.
"Acara ini dari, oleh, dan untuk kita. Semangatnya adalah silaturahmi. Bukankah silaturahmi menjadi sebab panjang umur, sehat, dan murah rezeki," kata Barri.
Menurutnya, kehadiran sahabat-sahabat dari berbagai daerah membuktikan bahwa ikatan yang terjalin sejak bangku SMA tidak pernah benar-benar terputus. Yang berubah hanyalah usia, sementara rasa persaudaraan tetap sama.
Menutup kebersamaan yang penuh makna itu, Ahmad Barri menyampaikan pesan sederhana namun menyentuh.
"Tetaplah bergerak, terus berpikir, selalu gembira. Dan jangan lupa, ingat sisa umur kita untuk memperbanyak sangu akhirat."
Reuni "Tatemmo Pole" akhirnya menjadi lebih dari sekadar nostalgia. Ia adalah perayaan persahabatan yang bertahan melampaui waktu, ruang, dan kesibukan hidup.
Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, para alumni IKAPANTU '81 membuktikan bahwa kebahagiaan terkadang hadir dari hal yang paling sederhana: kembali bertemu, saling menyapa, dan mengingat bahwa mereka pernah tumbuh bersama dalam satu ruang kelas, satu mimpi, dan satu keluarga bernama IKAPANTU. ( Ruslan Irianto)