Trending

Tepis Isu Menyerah, Pemerintah Buktikan 480 Lokasi Pascabanjir di Aceh, Bersih

Tepis Isu Menyerah, Pemerintah Buktikan 480 Lokasi Pascabanjir di Aceh, Bersih
Kaposwil Aceh Satgas PRR, Safrizal ZA (tengah), meninjau progres pembersihan pascabanjir di salah satu lokasi terdampak di Aceh. (Foto: Satgas PRR)

Jakarta-Spektroom : Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, menepis narasi yang berkembang di media sosial yang mengesankan pemerintah menyerah dalam penanganan lumpur pasca-banjir di Aceh.

Safrizal menegaskan, proses pembersihan terus berjalan secara intensif dengan hasil yang nyata di lapangan.

Safrizal menjelaskan kembali maksud pernyataannya mengenai istilah "berat" yang sempat disalahartikan oleh sejumlah pihak. Menurutnya, istilah tersebut adalah refleksi dari kerja keras tim di lapangan, bukan sebuah pengakuan ketidaksanggupan atau keputusasaan.

“Kami perlu tegaskan, bagi kami berat itu bermakna kita harus kerja keras dan tidak pernah menyerah. Semangat positif untuk menuntaskan tanggung jawab, bukan bermakna menyerah. Berat itu adalah realita medan yang sedang kami taklukkan bersama,” ujar Safrizal ZA di Banda Aceh, Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan data operasional Satgas, dari total 519 lokasi yang menjadi sasaran di Aceh, sebanyak 480 lokasi telah berhasil dibersihkan sepenuhnya.

Sementara itu, sisa 39 lokasi lainnya kini dalam status on-going atau sedang terus dikerjakan. Lokasi tersisa merupakan area pemukiman padat dan drainase sempit yang memerlukan penanganan manual yang teliti.

Guna mempercepat proses tersebut, dukungan personel terus dioptimalkan di titik-titik krusial. Di wilayah Aceh Tamiang, Satgas telah mengerahkan personel Praja IPDN untuk membantu percepatan pembersihan fasilitas publik dan lingkungan warga agar segera layak digunakan kembali.

Selain pengerahan personel kedinasan, Safrizal juga memaparkan keberlanjutan program Cash for Work (Padat Karya) Tahap II yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat terdampak. Di Pidie Jaya, tepatnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program ini sedang berjalan aktif dengan melibatkan total 392 peserta.

“Kekuatan di Pidie Jaya terdiri dari 300 warga lokal, 80 personel Satpol PP dan BPBD, serta didampingi 12 personel TNI/Polri. Pelaksanaan gelombang pertama 6-8 April, dan dilanjutkan kembali 14-17 April mendatang. Ini adalah bukti pemerintah dan masyarakat bahu-membahu di lapangan,” jelasnya.

Menutup klarifikasinya, Kaposwil Safrizal ZA meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang tidak utuh di media sosial. Ia memastikan seluruh infrastruktur vital dan jalan nasional (Tahap I) sudah tuntas 100 persen sejak Januari lalu, dan kini Satgas fokus menuntaskan pembersihan lingkungan pemukiman.

“Data adalah fakta, dan kerja kami adalah nyata. Kami tidak akan berhenti sampai benar-benar tuntas. Masyarakat diminta untuk tetap optimis menyongsong tahap rehabilitasi dan rekonstruksi selanjutnya,” tutup Safrizal.

Berita terkait

Kemenkop Luncurkan Koperasi Perumahan Rakyat di Cianjur

Kemenkop Luncurkan Koperasi Perumahan Rakyat di Cianjur

Cianjur - Spektroom : Kementerian Koperasi (Kemenkop) secara resmi meluncurkan Koperasi Perumahan Rakyat di Kabupaten Cianjur, sebagai langkah strategis memperluas akses kepemilikan hunian layak dan terjangkau, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sekaligus mendukung Program Strategis Nasional (PSN) pembangunan 3 juta rumah. Peluncuran ini diresmikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya

Nurana Diah Dhayanti
Menteri Dody Tinjau  Jalan Lintas Utara Flores, Labuan Bajo - Maumere Sepanjang 472 Km

Menteri Dody Tinjau  Jalan Lintas Utara Flores, Labuan Bajo - Maumere Sepanjang 472 Km

Flores – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Jalan Lintas Utara Flores pada Jumat (23/10/2026), untuk memastikan percepatanpenuntasan jalur yang menghubungkan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, hingga Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian PU menargetkan jalan sepanjang 472,48 kilometer tersebut tuntas paling lambat akhir

Nurana Diah Dhayanti