Terapi Autologus Buka Peluang Sembuh bagi Pasien Leukemia

“Prinsip transplantasi sel yang dirintis E. Donnall Thomas membuktikan bahwa sumsum tulang yang rusak bisa ‘di-reset’ dan digantikan dengan sel sehat,” ujar dr. Agus Ujianto.

Terapi Autologus Buka Peluang Sembuh bagi Pasien Leukemia
dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa. – Ketua Umum PREDIGTI dan Kandidat Doktoral Studi Islam UIN Saizu Purwokerto. FOTO : KARINDRA

Semarang-Spektroom : Terobosan terapi berbasis sel tubuh sendiri atau autologus membuka peluang baru kesembuhan pasien leukemia. Pendekatan ini dipadukan dengan kemoterapi presisi dalam skema “sandwich” yang mengarah pada penyembuhan menyeluruh.

Ketua Umum PREDIGTI dan Kandidat Doktoral Studi Islam UIN Saizu Purwokerto, dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa., Rabu (8/4/2026) menjelaskan, leukemia merupakan kanker darah yang menyerang sumsum tulang sebagai “pabrik” pembentuk sel darah. Namun, kemajuan ilmu kedokteran kini memungkinkan fungsi tersebut dipulihkan melalui terapi modern berbasis transplantasi sel.

“Prinsip transplantasi sel yang dirintis E. Donnall Thomas membuktikan bahwa sumsum tulang yang rusak bisa ‘di-reset’ dan digantikan dengan sel sehat,” ujarnya.

Agus menuturkan, metode tersebut berkembang menjadi terapi autologus, yakni menggunakan sel dari tubuh pasien sendiri. Pendekatan ini dinilai lebih aman karena meminimalkan risiko penolakan sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan terapi.

“Terapi ini bukan sekadar meredakan gejala, tetapi berorientasi kuratif atau menyembuhkan total,” katanya.

Ia menjelaskan, pengambilan sel dilakukan melalui prosedur minim invasif seperti aspirasi sumsum tulang dan sedot lemak ringan. Proses tersebut kini cukup menggunakan anestesi lokal sehingga pasien tetap sadar tanpa nyeri signifikan.

“Prosedurnya ringan, pasien hanya merasakan sensasi tekanan seperti cabut gigi, dan bisa segera beraktivitas kembali,” jelasnya.

Ia memaparkan, tatalaksana leukemia dilakukan bertahap, mulai dari fase induksi untuk mencapai remisi hingga konsolidasi guna membersihkan sisa sel kanker. Tahap selanjutnya adalah pengkondisian menggunakan kemoterapi dosis tinggi.

Pada fase ini digunakan kombinasi Busulfan dan Cyclophosphamide (BuCy) untuk membersihkan sumsum tulang dari sel kanker. Setelah itu, sel autologus pasien dikembalikan guna memulihkan produksi darah secara alami.

“Sel-sel ini akan kembali ke sumsum tulang dan mulai membentuk sel darah sehat dalam waktu 10 hingga 20 hari,” ungkapnya.

Ia menambahkan, terapi “sandwich” diperkuat dengan pemberian secretome atau sari pati sel untuk menjaga lingkungan sumsum tulang tetap sehat. Pendekatan ini juga berperan dalam menekan risiko kekambuhan.

“Ini adalah kombinasi antara kemoterapi presisi dan kekuatan alami tubuh sendiri sebagai bentuk kedaulatan kesehatan pasien,” tandasnya. (kar)

Berita terkait