Terputusnya Jaringan Telekomunikasi di Aceh Dapat Segera Teratasi
Spektroom - Terputusnya Konektivitas telekomunikasi di daerah terdampak banjir bandang di Aceh lebih dan sebabkan Base Transceiver Station (BTS) atau stasiun pemancar sinyal telekomunikasi, tidak hidup karena tidak ada pasokan listrik.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria pada konferensi pers terkait pemilihan infrastruktur telekomunikasi di Aceh, Jum'at (5/12/2025)
Problem utama dari BTS di Aceh ini bukan hancur karena banjir, karena kebetulan posisinya di daerah yang relatif aman dari banjir, berada di ketinggian.
"Problem utama kita adalah supply listrik. Nah kalau supply listriknya normal, insyaallah BTS bisa berfungsi seperti sediakala" ujarnnya.
Menurut Nezar, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN dan Pertamina.
"Kami sudah berkomunikasi dengan PLN, dengan Pertamina juga. Kenapa Pertamina penting? Karena dalam masa tanggap darurat ini, sebelum supply listrik belum normal, BTS ini akan dihidupkan dengan genset" terang dia.
Namun persoalannya, karena operasional genset tidak bisa bekerja 24 jam, jadi ada waktu jeda yang untuk diistirahatkan sebentar, kalau enggak dia bisa rusak.
Paling tidak genset hanya mampu bekerja selama 8 jam secara terus menerus, lalu stop sebentar, lalu nanti dihidupkan kembali.
"Nah di saat-saat itulah kita membutuhkan supply BBM yang juga kontinu. Nah kami sudah berkomunikasi dengan Pertamina untuk bisa cepat mensupply BBM di daerah-daerah tertentu khususnya yang berdekatan dengan lokasi BTS." jelasnya lagi.
Lain daripada itu, Nezar Patria menambahkan, terkait dengan jaringan internet Pemerintah menargetkan pemulihan 75 persen jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak bencana di Aceh dapat teratasi.
"Kami juga membantu menyediakan Starlink (layanan internet satelit berkecepatan tinggi) disejumlah tempat seperti Pidi, Pidi Jaya, Beureun serta Aceh Utara" pungkasnya.
Sementara diforum yang sama Sekda Aceh M. Nasir mengatakan hingga saat ini Pemerintah Aceh telah menerima bantuan Starlink dan genset sebanyak 20 Unit sebagian dari Komdigi
"Kita sudah mendapatkan bantuan 56 starlink, termasuk dari Komdigi, kita mendapat 20 Starlink dan genset. Dan ini sudah kita bagikan semua, kedaerah yang masih terendam banjir di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, dan mereka butuh alat komunikasi untuk bisa berkomunikasi dengan wilayah-wilayah lain yang ada di luar Putri Betung" rincinya.
M. Nasir juga berharap BBM-nya juga tersalurkan, sehingga gensetnya bisa hidup, maka starlinknya bisa aktif. (@Ng).